Kuantan Sengingi, ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Program restorasi lingkungan bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) 2026 akhirnya mencapai puncak rangkaian seremonialnya. Kabupaten Kuantan Singingi resmi menjadi lokasi ke-12 alias titik penutup dari seluruh rangkaian aksi hijau yang diinisiasi oleh SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau, dan World Cleanup Day (WCD) Riau.
Kegiatan penghijauan yang terlaksana di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau,Ini menjadi bagian penting dari target besar penanaman 14.505 bibit pohon di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Khusus untuk wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dialokasikan sebanyak 1.000 bibit pohon produktif. Guna memastikan dampak yang lebih luas, distribusi bibit ini dibagi menjadi dua sasaran utama.
Sebanyak 700 bibit pohon diserahkan langsung untuk menghijaukan lingkungan SMA Negeri Pintar Provinsi Riau, sementara 300 bibit lainnya didistribusikan kepada Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah. Adapun jenis varietas yang ditanam meliputi:
– Matoa
– Jeruk Manis
– Jambu Bol
Selain berfungsi sebagai peneduh dan penyerap karbon, pemilihan jenis tanaman produktif ini diproyeksikan bisa memberikan manfaat konsumsi dan nilai ekonomi bagi pihak sekolah serta masyarakat sekitar di masa depan.
Aksi penutup di Kuansing ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan strategis. Selain pihak tuan rumah dari Kepala Sekolah dan Ketua Komite SMA Negeri Pintar Provinsi Riau, hadir juga Camat Kuantan Tengah untuk mendukung penuh gerakan ini.
Tak ketinggalan, jajaran KKKS Wilayah Riau di bawah bendera EMP Group turut berpartisipasi, diantaranya PT. EMP Tunas Energi, EMP Bentu Limited, hingga EMP Korinci Baru Ltd, serta dihadiri oleh Texcal Energy Mahato Inc dan SKK Migas Sumbagut.
Analis Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Perdinal, menyebut bahwa momen di Kuansing ini sangat spesial karena menjadi penutup dari seluruh rangkaian program GROW 2026.
“Pelaksanaan GROW 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi menjadi momentum penting karena menandai rampungnya rangkaian kegiatan penanaman bibit pohon secara seremonial yang telah dilaksanakan di 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau,” sebut Perdinal dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, keterlibatan institusi pendidikan seperti SMA Negeri Pintar Provinsi Riau menjadi bukti nyata bahwa edukasi lingkungan harus dimulai dari generasi muda demi membentuk karakter yang peduli pada keberlanjutan alam.
Lebih lanjut, Perdinal menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi semangat IOG 4.0 yang terus diusung oleh industri hulu migas nasional.
“Program GROW 2026 juga merupakan bagian dari implementasi semangat IOG 4.0 yang mendorong kolaborasi lintas sektor dan kontribusi nyata sektor hulu migas terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi. Kami berharap seluruh bibit ini dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan seremonial di Kabupaten Kuantan Singingi, SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau dan WCD Riau sukses menuntaskan peta jalan hijau di Bumi Lancang Kuning. Komitmen bersama ini diharapkan menjadi warisan hijau yang terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan di Riau.
Penulis : Dedi U
Editor : Redaksi















