Syafarudin Kepala Desa Sialang Godang Tutup Telinga Merasa Tidak Takut Akan Hukum

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelalawan | cyberxpost.com – Isu Korupsi dana Desa oleh Kepala Desa Sialang Godang, Kec. Bandar Petalangan, Kab. Pelalawan Syafarudin kembali mencuat ke permukaan publik. Kades Syafarudin disebut-sebut telah menyelewengkan anggaran dana Desa sejak tahun 2022 hingga 2024 banyak digunakan untuk kepentingan pribadi. (Kamis 30/10/2025)

Selama ini masyarakat banyak yang kecewa atas kepemimpinan Syafarudin selaku Kades. Terlebih, dalam hal pengelolaan dana Desa yang amburadul dan kuat dugaan banyak digunakan untuk kepentingan pribadi. “Pengelolaan dana Desa tidak jelas dan tidak transparan. Banyak proyek yang kami nilai gagal, dan diduga kuat anggarannya telah di Mark up oleh mereka yang haus uang demi kepentingan pribadi” kata sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

Ia menambahkan, sejumlah fasilitas umum di desa Sialang Godang yang baru dibangun banyak yang sudah rusak. Hal itu dinilai akibat adanya dugaan Mark up anggaran atas sejumlah proyek yang dikerjakan di sepanjang tahun 2022-2024. “Proyek itu kalau benar-benar dibuat dengan anggaran yang cukup sesuai spek pasti akan tahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Ini tidak, beberapa kegiatan fisik yang dikerjakan tahun 2022-2024 kemaren sudah cacat/rusak. Hal itu mungkin saja terjadi, jika anggaran proyeknya disunat” beber sumber.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga dan sumber terpercaya menyebutkan, Syafarudin diduga telah menggunakan dana desa untuk berbagai kepentingan pribadi, termasuk kegiatan dugem di luar daerah. Sementara itu, pembangunan di desa justru terbengkalai dan berkualitas buruk.

Perilaku Kades Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, riau, yang tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin dalam menjalankan perannya kian viral. Pasalnya, menurut pemberitaan sejumlah media yang beredar diduga Kades Sialang Godang bersenang-senang bersama wanita idaman lain di Karaoke Dpoin gedung peak Kota Pekanbaru dan kemudian melanjutkan chekin disebuah hotel terindikasi bermaksud melakukan hubungan maksiat diluar nikah tanpa sepengetahuan istri sah.

Kuat dugaan ternyata dana desa digunakan untuk main perempuan di kota Pekanbaru demi memuaskan hawa nafsunya tanpa memikirkan bagaimana supaya ada kemajuan di wilayah ini,” ujar sumber warga Sialang Godang

Ditambah lagi “Kami dengar uang desa dipakai untuk dugem, hiburan malam. Tapi jalan yang dibangun pakai dana ratusan juta malah rusak dalam hitungan bulan. Apa ini yang disebut membangun desa?” ucap salah seorang warga, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Proyek jalan rabat beton senilai lebih dari Rp400 juta yang baru dibangun dua tahun lalu kini sudah hancur. Kondisinya memprihatinkan, dengan beton yang retak, mengelupas, dan tidak layak pakai. Warga menduga kuat ada praktik mark-up anggaran dan pemangkasan volume material demi keuntungan pribadi.

“Jangankan transparansi, kami warga saja tidak pernah diajak bicara soal anggaran. Semua dikelola diam-diam. Dan sekarang jalan rusak, fasilitas umum banyak yang tidak bisa dipakai,” sambung warga lainnya, Timin (nama samaran).

Lebih memprihatinkan, ketika tim media dan pihak masyarakat mencoba mengonfirmasi langsung ke Kades Syafarudin, yang bersangkutan enggan memberikan penjelasan. Pesan tak dibalas, panggilan diabaikan. Sikap diam ini justru semakin memperkuat dugaan publik bahwa ada yang disembunyikan.

Baca Juga:  Polda Riau Kirim 6 Truk Bantuan Misi Kemanusiaan Tujuan Aceh, Sumut Tapteng dan Sumatera Barat

“Kalau tidak salah, kenapa diam? Kami minta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan. Audit dana desa sejak 2022 sampai 2024. Jangan biarkan rakyat terus dibohongi oleh pejabat kampung yang rakus,” tegas warga lainnya.

Masyarakat kini berharap Inspektorat Pelalawan, Dinas PMD, hingga Kejaksaan Negeri segera turun tangan dan membongkar tuntas skandal ini. Kepala desa yang seharusnya menjadi pelayan rakyat justru dituding menjadi aktor utama dalam penggerogotan dana publik.

Dan pada Selasa, 17 Jun 2025, FPMK sudah mendemo Kades SIALANG GODANG Syafarudin supaya di copot karena prilaku yang suka Dugem dan Korupsi tidak mencerminkan jiwa seorang pemimpin yang baik.

Dari Kejati ke Kantor Gubernur Riau, Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Pemuda Mahasiswa Kota (FPMK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (17/6). Massa mendesak Kepala Kejati Riau agar segera mengusut tuntas dugaan mark up anggaran proyek rabat beton tahun 2022 di Desa Sialang Godang, Kabupaten Pelalawan, dengan nilai proyek mencapai Rp423.668.000.

Dalam orasinya, Korlap aksi Yandrizal menyebut proyek rabat beton tersebut diduga sarat indikasi korupsi. Meski baru berusia sekitar tiga tahun, kondisi fisik proyek sudah mengalami kerusakan signifikan. Mereka menduga, proyek itu dikerjakan dengan kualitas rendah, sehingga patut dicurigai terjadi penyimpangan anggaran di masa kepemimpinan Kepala Desa Sialang Godang, Syafarudin.

“Kami minta Kajati Riau segera menyelidiki dan mengaudit ulang seluruh penggunaan dana desa selama Syafarudin menjabat. Banyak kejanggalan, dan masyarakat patut tahu ke mana uang desa itu mengalir,” tegas Yandri

Tak puas berorasi di kantor Kejati, massa FPMK kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Riau. Di sana, mereka meminta Gubernur Riau Abdul Wahid agar turut menekan Bupati Pelalawan, H. Zukri, untuk segera memanggil dan memeriksa Syafarudin atas dugaan pelanggaran etik berat.

“Seorang kepala desa seharusnya menjadi panutan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, beliau diduga lebih suka dugem dan karaoke. Ini jelas mencoreng marwah desa. Kami minta Gubernur Riau dan Bupati Pelalawan segera menonaktifkan Syafarudin,” teriak Faris, aktivis FPMK.

FPMK juga mendesak agar jabatan Kepala Desa Sialang Godang segera diisi oleh Penjabat (PJ) yang lebih layak dan berintegritas. “Segera copot Jabatan Syafarudin dan ganti! Ini bukan hanya soal proyek rusak, tapi soal moralitas dan kepercayaan publik,” tegas Faris

Tapi sampai saat ini Kades SIALANG GODANG Syafarudin masih belum tersentuh hukum, apa di karenakan ada oknum membeking beliau?, itu yang selalu menjadi peetanyaan awak mwdia dan siapa kah yang membeking beliau sampai sampai Syafarudin merasa diatas awan dan merasa semua prilakunya bakal aman di mata hukum.

 

Editor: S’via – Kabiro Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi PETI Polda Riau: 29 Kasus Terbongkar, 1.167 Rakit Tambang Ilegal Di Musnahkan
Semarakkan HBP ke-62, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat
Bitcoin Menguat Mendekati US$79.500, INDODAX: Momentum Positif di Tengah Dinamika Geopolitik
Sidang Gubri Nonaktif Abdul Wahid Di Hadiri Ketua MPW PP Riau Anto Rachman Beserta Ratusan Kader PP
Dugaan Korupsi Fiktif Di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, Saksi Ahli Sebut Terdakwa Rintangi Penyelidikan
Didampingi Ratusan Kader PP, Arsadianto Rachman Saksikan Sidang Abdul Wahid, Musliadi: Ini Tambahan Energi Positif
Dorong Ekosistem Kripto Yang Inklusif, INDODAX Resmikan Perluasan Kantor Baru di Bali
AKSI DAMAI FARPKeN DI KEJARI GUNUNGSITOLI BERUJUNG RICUH, DIDUGA DIPICU OKNUM PEGAWAI
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:59 WIB

Operasi PETI Polda Riau: 29 Kasus Terbongkar, 1.167 Rakit Tambang Ilegal Di Musnahkan

Kamis, 23 April 2026 - 16:10 WIB

Semarakkan HBP ke-62, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat

Kamis, 23 April 2026 - 14:00 WIB

Bitcoin Menguat Mendekati US$79.500, INDODAX: Momentum Positif di Tengah Dinamika Geopolitik

Kamis, 23 April 2026 - 11:31 WIB

Sidang Gubri Nonaktif Abdul Wahid Di Hadiri Ketua MPW PP Riau Anto Rachman Beserta Ratusan Kader PP

Kamis, 23 April 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Korupsi Fiktif Di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, Saksi Ahli Sebut Terdakwa Rintangi Penyelidikan

Berita Terbaru