Pekanbaru | Cyberxpost.com – Pantauan awak media akhir bulan November ini atas bencana alam yang exstrim akhir akhur ini melanda di beberapa daerah seoertu Sumbar, Aceh, Nias utara, serta Sumut.
Akibatnya salah satunya yang terjadi di jalur utama Pekanbaru – Payakumbuh (melalui Pangkalan, yang merupakan jalur utama Riau – Sumbar) sering mengalami gangguan dan penutupan/buka-tutup akibat terjadinya bencana alam seperti longsor dan banjir, terutama di beberapa titik di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kampar (Tanjung Alai).
Beberapa poin penting dari kondisi terkini adalah Longsor dan Banjir, Jalan Lintas Riau – Sumbar (yang melewati Pangkalan) sering terputus atau sulit dilalui karena longsor dan banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
Pengalihan Arus jalan jika jalur utama terganggu dialihkan melalui jalur alternatif seperti Lintau – Sijunjung – Kiliran Jao – Teluk Kuantan – Pskanbaru.
Dengan putusnya jalan Pekanbaru – Sumbar ini mengakibatkan harga bahan pokok salah satunya cabe merah melonjak.
Pembatasan Kendaraan di beberapa titik longsor/terban (misalnya di Tanjung Alai), hanya kendaraan kecil atau mobil pribadi yang bisa melintas, bahkan terkadang dengan sistem buka – tutup.
Kendaraan tonase besar seringkali diarahkan melalui jalur Kiliran Jao.
Imbauan tunda dulu perjalanan kalau tidak terlalu penting, xalam 24 jam terakhir pada tanggal 28November 2025 pihak teekait mengimbau masyarakat untuk menunda dulu perjalanan ke Sumatera Barat karena banyak akses jalan yang terputus di wilayah tersebut (meskipun fokusnya lebih ke jalur Padang-Bukittinggi, namun mengindikasikan kondisi cuaca dan bencana yang meluas).
Saran terbaik saat ini adalah sebelum memulai perjalanan, sangat disarankan untuk menghubungi pos kepolisian terdekat (Polres Kampar atau Polres Lima Puluh Kota) atau memantau media sosial resmi kepolisian atau instansi terkait untuk mendapatkan informasi kondisi jalan yang paling akurat saat Anda akan berangkat.
Siapkan Jalur Alternatif: Selalu pertimbangkan dan siapkan rute alternatif melalui Kiliran Jao jika jalur utama via Pangkalan/Kelok 9 tidak dapat dilalui.
Editor : S’via















