Menyikapi Dilema fiskal Ketua Umum Kadin Riau, Masuri, SH.; Pemprov Riau Jarus Memperbaiki Kelemahan Internal dan Hambatan Struktural

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU | cyberxpost.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau, Masuri, SH, mengingatkan Pemerintah Provinsi Riau agar berhati-hati mengambil kebijakan menghadapi keterbatasan ruang fiskal yang saat ini sedang melilit keuangan daerah yang berimbas pada terbatasnya kemampuan pemerintah membiayai pembangunan daerah.

“Kebijakan fiskal yang salah bisa mengancam stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor. Ini tantangan utama bagi pemerintah dalam menyeimbangkan kebutuhan jangka pendek untuk melindungi rakyat, menjaga pasar, dengan tujuan jangka panjang yakni untuk pertumbuhan berkelanjutan daerah,” kata Masuri, Selasa (9/12/2025).

Menurut Masuri, menghadapi dilema fiskal saat ini, Pemprov Riau harus memilih antara mengurangi defisit/utang yang akhirnya bisa menekan pertumbuhan, atau meningkatkan belanja/defisit yang beresiko menambah utang dan ketidakstabilan. Dilema fiskal ini situasi sulit yang dihadapi pemerintah dalam menetapkan kebijakan pendapatan dan pengeluaran.

“Ini sering terjadi karena ada ketidakseimbangan antara penerimaan, seperti pajak dan lain-lain yang terbatas dengan kebutuhan belanja yang besar, seperti subsidi, gaji, dan utang. Situasi ini akhirnya menimbulkan pertentangan antara disiplin fiskal, dalam hal ini menghindari defisit, dan dorongan pertumbuhan ekonomi melalui belanja publik,” jelasnya.

Provinsi Riau sendiri, papar Masuri, menghadapi dilema fiskal yang tidak ringan. Di mana pendapatan daerah melemah, sementara belanja tinggi. Pendapatan daerah, seperti Dana Bagi Hasil (DBH), pajak, dan lain-lain, hanya cukup untuk menutup belanja wajib seperti subsidi dan gaji pegawai, sementara program prioritas pembangunan butuh dana besar.

Selain itu, Riau juga menghadapi dilema antara defisit dengan stabilitas. “Mencapai keseimbangan fiskal atau defisit nol, bisa baik untuk kredibilitas pasar, tetapi resikonya malah bisa menekan pertumbuhan ekonomi, atau bahkan mengorbankan belanja produktif pemerintah, seperti infrastruktur dan pendidikan. Keterbatasan kemampuan pemerintah Riau membiayai pembangunan memaksa pengetatan belanja daerah atau menuntut inovasi pemerintah mencari sumber-sumber pendapatan baru,” jelasnya.

Baca Juga:  Bantuan Gelombang Keempat Untuk Penanganan Bencana di Sumatera, 3.459 Alat Kerja Dikirim ke Aceh dan Sumbar Oleh Polda Riau

Defisit APBD Riau 2025, urai Masuri, setidaknya terlihat dari pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, awal November 2025 lalu. Hariyanto menyebut, pendapatan daerah Riau tahun 2025 sebesar Rp8,2 – Rp8,4 triliun sehingga ada defisit Rp1,1 triliun lebih dari APBD yang ditetapkan Rp9,4 triliun.

Gubri Abdul Wahid dalam rapat bersama jajarannya sebelumnya juga pernah menyebut bahwa pendapatan Riau dari tahun ke tahun turun. Berdasarkan data realisasi perolehan PAD Riau tahun 2024 mencapai Rp15,93 triliun atau turun dibandingkan perolehan pendapatan yang sama tahun 2023 mencapai Rp32,2 triliun.

Menyikapi dilema fiskal ini, menurut hemat Masuri, Pemprov Riau harus menerapkan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan. Pemprov Riau harus memperbaiki kelemahan internal dan hambatan struktural, antara lain melalui peningkatan integritas, inovasi, dan keterampilan ASN sehingga mampu meningkatkan sumber-sumber PAD, serta mereformasi hambatan struktural birokrasi pemerintahan terkait kualitas sistem dan efesiensi layanan publik.

“Strategi lainnya, meningkatkan daya saing untuk meraih peluang investasi. Caranya, memokuskan pada prioritas pembangunan ekonomi berbasis hilirisasi dan industri pengolahan terhadap komoditi unggulan non migas. Kemudian memberikan stimulus, insentif dan penyiapan infrastruktur yang memadai di kawasan industri sehingga menarik minat investor, khususnya dari luar negeri,” papar Masuri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Transaksi Uang Dibalik Perdamaian BPD dan Kades Marao Pasca Laporan Ke Kejatisu Tahun 2023 di Sorot
Perdamaian BPD dan Kades Marao Usai Laporan ke Kejatisu Tahun 2023 Dipertanyakan, Dugaan Transaksi Uang Mencuat
Masyarakat Pertanyakan Pengawasan BPD dan Pengelolaan Dana Desa Marao
Sidang Paripurna HUT ke-13 Muratara: DPRD Tegaskan Persatuan Kunci Kemajuan, Bupati Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan
Kadis Lingkungan Hidup Tegaskan Pembuatan IPAL SPPG Kelurahan Pasar Lahewa Yayasan Cahaya Semesta Bersama Sudah Memenuhi
Kadis Lingkungan Hidup Tegaskan Pembuatan IPAL SPPG Fadorositoluhili Yayasan sahabat Erya Sejati Sudah Memenuhi Alur
INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional
INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:54 WIB

Dugaan Transaksi Uang Dibalik Perdamaian BPD dan Kades Marao Pasca Laporan Ke Kejatisu Tahun 2023 di Sorot

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:24 WIB

Perdamaian BPD dan Kades Marao Usai Laporan ke Kejatisu Tahun 2023 Dipertanyakan, Dugaan Transaksi Uang Mencuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:25 WIB

Masyarakat Pertanyakan Pengawasan BPD dan Pengelolaan Dana Desa Marao

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:51 WIB

Sidang Paripurna HUT ke-13 Muratara: DPRD Tegaskan Persatuan Kunci Kemajuan, Bupati Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:44 WIB

Kadis Lingkungan Hidup Tegaskan Pembuatan IPAL SPPG Kelurahan Pasar Lahewa Yayasan Cahaya Semesta Bersama Sudah Memenuhi

Berita Terbaru