Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKArta | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Harga Bitcoin mencatatkan lonjakan 6% hingga mendekati level US$75.000 pada Senin (13/4), menyusul fenomena short squeeze masif yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat. Kemudian, Iran merespons dengan kebijakan tak terduga, yakni mewajibkan pembayaran ‘Tol Bitcoin’ bagi seluruh kapal tanker yang melintasi jalur tersebut.

ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ

Dinamika geopolitik ini tidak hanya memicu likuidasi posisi short senilai ratusan juta dolar, tetapi juga mengukuhkan fungsi kripto sebagai alat strategis dalam ekonomi modern.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menyatakan bahwa lonjakan harga Bitcoin dan aset kripto lain mencerminkan semakin kuatnya posisi aset kripto dalam merespons tekanan global.

“Kenaikan harga Bitcoin di tengah kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kripto semakin dipandang sebagai alternatif lindung nilai. Fenomena seperti penggunaan Bitcoin dalam aktivitas ekonomi lintas negara menjadi sinyal bahwa adopsi kripto terus berkembang, tidak hanya di level ritel tetapi juga dalam konteks global yang lebih luas,” ujar Antony.

Langkah Iran mengenakan tarif setara US$1 per barel dalam bentuk Bitcoin menciptakan permintaan organik yang masif secara instan. Sistem pembayaran berbasis blockchain ini digunakan Iran untuk memastikan transaksi tetap berjalan dan strategi untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, inflasi (CPI) Amerika Serikat yang naik ke 3,3% pada Jumat (10/4) menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tren 1–2 tahun terakhir yang rata-rata berada di kisaran 2,4%–3%. Kenaikan harga akibat konflik Timur Tengah meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi akan tetap tinggi, sehingga mendorong investor melakukan diversifikasi ke aset alternatif seperti Bitcoin, serta memperkuat narasi sebagai safe haven di tengah tekanan pada nilai mata uang konvensional.

Pada kisaran harga US$74.000 – US$75.000 saat ini, pergerakan Bitcoin menunjukkan penguatan turut didukung oleh arus masuk dana (inflow) ke ETF Bitcoin spot yang mencapai sekitar US$1,94 miliar sepanjang Maret hingga April. Dukungan likuiditas ini memperkuat struktur harga dan menjaga momentum positif dalam jangka pendek.

Baca Juga:  Tolak Surat Edaran Wali Kota Medan, 5.000 Massa Siap Turun ke Jalan

Sentimen positif ini turut mendongkrak aset kripto lainnya. Berdasarkan data CoinMarketCap, Ethereum (ETH) terdongkrak naik 8% ke level US$2.380, diikuti Solana (SOL) yang menguat 5,2% ke US$86,60, serta BNB yang naik 3,2% ke posisi US$615,50.

Menurut Antony, dinamika ini menunjukkan bahwa industri kripto mulai memasuki fase baru dalam adopsinya.

“Jika sebelumnya kripto lebih banyak dipandang sebagai aset spekulatif, saat ini perannya mulai meluas ke ranah geopolitik dan perdagangan internasional.

Ini adalah perkembangan yang penting, karena memperlihatkan bahwa teknologi blockchain memiliki relevansi yang semakin nyata dalam sistem ekonomi global,” tambahnya.

Meski demikian, Antony mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto. Faktor lain seperti kebutuhan likuiditas menjelang Producer Price Index dan penjualan pajak di Amerika Serikat, serta perubahan kebijakan moneter berpotensi mempengaruhi pergerakan harga jangka pendek.

Oleh karena itu, investor diimbau untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen sesaat.

Secara historis, April merupakan bulan positif bagi Bitcoin, dengan rata-rata kenaikan 69% sejak 2013 ditutup di zona hijau. Namun, tahun ini pergerakan pasar lebih dipengaruhi faktor geopolitik dan makroekonomi, serta dampak lanjutan dari koreksi harga tahun lalu. Hingga kuartal kedua 2026, Bitcoin tercatat naik sebesar 8,64%.

INDODAX melihat perkembangan ini mencerminkan pergeseran peran kripto dari sekadar instrumen investasi menjadi bagian dari dinamika ekonomi global.

Dalam hal ini, INDODAX berkomitmen untuk terus menyediakan platform yang aman dan transparan, serta mendukung investor Indonesia dalam memahami dan merespons peluang di industri aset digital secara lebih bijak, guna mendorong terciptanya manfaat jangka panjang bagi para member.***

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungan Pak Ronny Putra Selaku Humas RS MEDICARE Sorek, Jenguk Pasien Anjas Kurniawan Sambil Beri Semangat Agar Cepat Pulih Bisa Pulang Kerumah
Ditlantas Polda Riau Kampanyekan Tertib BerLalu Lintas dan Tanam Kepedulian Lingkungan, Ribuan Warga CFD Teredukasi
Penimbunan Minyak Solar Bersubsidi dan Mafia Minyak Ilegal di Tenayan Raya Menjamur, LSM PKA – PPD Desak Penegak Hukum Segera Bertindak
Perkuat Sinergi, Dankoti Eri Bukit Pimpin Rapat Koordinasi Pemuda Pancasila
TAN Di Ngawi Dilaporkan Ke Dewan Pers, Dirut MNN: Ini Bukan Sepele, Ini Upaya Membungkam Kebenaran!
Kepala Pekon Negara Batin Apresiasi Gerak Cepat Bupati Tanggamus Tangani Bencana
Halal Bihalal LMB Nusantara: Satukan Laskar Melayu Se-Riau, Bukti Melayu Bangkit Menjaga Marwah
AKPERSI Gelar Vidcon Nasional, Bahas Rapimnas hingga Program Kesejahteraan Anggota
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:35 WIB

Kunjungan Pak Ronny Putra Selaku Humas RS MEDICARE Sorek, Jenguk Pasien Anjas Kurniawan Sambil Beri Semangat Agar Cepat Pulih Bisa Pulang Kerumah

Minggu, 19 April 2026 - 18:16 WIB

Ditlantas Polda Riau Kampanyekan Tertib BerLalu Lintas dan Tanam Kepedulian Lingkungan, Ribuan Warga CFD Teredukasi

Sabtu, 18 April 2026 - 19:37 WIB

Penimbunan Minyak Solar Bersubsidi dan Mafia Minyak Ilegal di Tenayan Raya Menjamur, LSM PKA – PPD Desak Penegak Hukum Segera Bertindak

Sabtu, 18 April 2026 - 19:29 WIB

Perkuat Sinergi, Dankoti Eri Bukit Pimpin Rapat Koordinasi Pemuda Pancasila

Jumat, 17 April 2026 - 21:34 WIB

TAN Di Ngawi Dilaporkan Ke Dewan Pers, Dirut MNN: Ini Bukan Sepele, Ini Upaya Membungkam Kebenaran!

Berita Terbaru