Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capacity Building Tanoto Foundation

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riau | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center, Drs . Wahyudi El Panggabean, M.H., mengungkapkan rasa terima kasih-nya kepada Tanoto Foundation, yang secara konsisten mendukung peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) di tanah air.

“Saya kira program-program humanis Tanoto Foundation sangat dibutuhkan anak negeri ini, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia. Termasuk untuk kalangan jurnalis dan media,” kata Wahyudi di sela-sela pelatihan jurnalistik, yang merupakan salah satu program Tanoto Foundation, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Rabu (29/4).

Wahyudi sang Master Trainer itu__tampil sebagai salah satu Narasumber pada kegiatan bertajuk, “Journalist Capacity Building”__membahas materi jurnalistik seputar: Kode Etik Jurnalistik, Perimbangan Berita serta Perlindungan Narasumber. Pelatihan diikuti 20 peserta, wartawan & Pemimpin Redaksi Media Berita.

Menurut Wahyudi, tantangan terbesar bagi wartawan saat ini, justru datang dari internal wartawan itu sendiri. Banyak wartawan yang malas belajar untuk meningkatkan pengetahuannya.

“Secanggih apapun teknologi AI tidak membantu tugas jurnalis secara maksimal, tanpa diimbangi kecerdasan wartawan itu sendiri,” kata Wahyudi yang sudah lebih 40 tahun menekuni profesi jurnalis itu.

Untuk itulah katanya, program peningkatan profesionalisme wartawan seperti yang diselenggarakan Tanoto Foundation ini menjadi kebutuhan mendesak dan relevan bagi para jurnalis.

“Sebagai seorang yang sudah puluhan tahun bergelut dalam peningkatan profesionalisme wartawan, saya sangat mengapresiasi program ini,” kata Penulis buku-buku jurnalistik itu.

Di bagian lain, Wahyudi banyak menyoroti teknis kinerja wartawan di lapangan khususnya upaya memenuhi perimbangan berita yang acap kali terbentur sulitnya “menembus” narasumber.

“Di satu sisi wartawan diwajibkan kode etik, memenuhi perimbangan berita. Di sisi lain, wartawan dihadang oleh sulitnya menemui narasumber guna meminta konfirmasi dan verifikasi berita,” katanya.

Baca Juga:  Kemenham RI Kanwil Sumut Gelar Rapat Identifikasi Dugaan Pelanggaran HAM di Labuhanbatu

Tetapi, bagi seorang jurnalis sejati, jelas Wahyudi, melukai narasumber lewat berita adalah sesuatu yang “haram”.

Untuk itulah, Wahyudi mengisahkan pengalaman-pengalamanya, sebagai wartawan, saat berburu informasi pada genggaman Narasumber yang “sulit”. Tetapi, pada akhirnya, harus berhasil “ditembus”.

“Wartawan mesti menyadari, kewenangan yang melekat pada seorang wartawan untuk berburu informasi hanyalah semata-mata untuk memenuhi kebutuhan publik tentang informasi,” jelasnya.

Atas dasar itulah, kode etik jurnalistik mengatur tata cara perburuan, pengolahan serta penyebaran informasi dalam lingkup prosesi kinerja seorang wartawan.

“Jika profesi wartawan itu kita ilustrasi kan sebagai senjata, maka kode etik jurnalistik adalah buku petunjuk penggunaan senjata itu,” ungkap Wahyudi.

Dalam prakteknya di lapangan, buku petunjuk bernama kode etik itu, demikian Wahyudi, juga butuh kecerdasan dan pemahaman.

Jangan sampai seorang wartawan, lanjutnya, menenteng “senjata” ke mana-mana, tetapi tak tau cara menggunakannya dengan benar.

“Menjalankan prosesi jurnalistik berikut produk karya jurnalistiknya_sesuai amanah kode etik_ adalah istilah lain dari kompetensi seorang wartawan,” tegasnya.

Pada titik ini, cara – cara profesional meski terlihat dari strategi menembus narasumber, teknik berkomunikasi dan berwawancara dengan narasumber secara berani dan beretika.

Dengan demikian, tegas Wahyudi, kebutuhan belajar dan berlatih konsisten bagi seorang wartawan, merupakan harga mati.

“Banyak cara yang bisa ditempuh untuk belajar, jika ada kemauan. Pelatihan yang diselenggarakan Tanoto Foundation ini, salah satu sarana belajar efektif,” tandasnya.***

Penulis : Team

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Desa Marao Desak Transparansi Dana Desa 2026, Minta Program 2025 Yang Belum Jelas Dipertanggung Jawabkan
Afolo Gulo, S.H., CPP Soroti Proses Hukum Kasus Kematian Jance Zebua, Desak Pengungkapan Secara Transparan dan Tuntas
Kasus Pembunuhan Tragis Terhadap Agnis Jance Zebua Semakin Memanas!! 
Wabup Labuhanbatu Saksikan Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru
Bupati Labuhanbatu Sambut Kepulangan 217 Jama’ah Haji Kloter 13 Di Asrama Haji Medan
Dana Desa 2026 Harus Transparan dan Tepat Sasaran, Masyarakat Marao Diminta Awasi Perencanaan dan Pelaksanaannya
Masyarakat Desa Marao Minta Program Dana Desa Tahun 2025 Diselesaikan, Jangan Dibebankan ke Anggaran 2026
INDODAX Nilai Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:28 WIB

Masyarakat Desa Marao Desak Transparansi Dana Desa 2026, Minta Program 2025 Yang Belum Jelas Dipertanggung Jawabkan

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:53 WIB

Afolo Gulo, S.H., CPP Soroti Proses Hukum Kasus Kematian Jance Zebua, Desak Pengungkapan Secara Transparan dan Tuntas

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:56 WIB

Kasus Pembunuhan Tragis Terhadap Agnis Jance Zebua Semakin Memanas!! 

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:18 WIB

Wabup Labuhanbatu Saksikan Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:49 WIB

Dana Desa 2026 Harus Transparan dan Tepat Sasaran, Masyarakat Marao Diminta Awasi Perencanaan dan Pelaksanaannya

Berita Terbaru