INDODAX Nilai Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Meredanya ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset dengan volatilitas tinggi, termasuk aset kripto, sehingga harga Bitcoin sempat menembus level US$65.900 pada Senin (15/6).

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$63.900 hingga US$65.900, atau naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Penguatan tersebut juga menempatkan Bitcoin hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah US$60.900.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset yang memiliki karakteristik volatilitas tinggi setelah beberapa pekan pasar dibayangi sentimen kehati-hatian.

“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ujar Aloysia.

Tidak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan. Ethereum naik sekitar 5,1% ke level US$1.758, Solana menguat 6,6% menjadi US$72,6, sementara XRP bertambah 7,1% ke US$1,2. Di antara aset kripto berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi setelah menguat sekitar 11,6% ke level US$67,8.

Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4% menuju kisaran US$83 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global. Pada saat yang sama, pasar saham Asia menguat, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.

Baca Juga:  Yayasan Ismail Idris Bersaudara Adalah Pengalihan Dan Estafet Dari Yayasan Waris Karya Mandiri, Telah Bersertifikat SK KEMENKUMHAM

Di tengah sentimen pasar yang mulai membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih bergantung pada faktor yang akan menentukan apakah penguatan Bitcoin dapat berlanjut dalam waktu dekat.

“Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar. Namun, investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global. Karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu,” ujar Aloysia.

Salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pasar adalah pergerakan atau arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut mencatatkan outflow US$1.72 miliar yang menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan karakteristik volatil.

Selain sentimen geopolitik, pasar juga masih mencermati sejumlah faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan. Salah satunya adalah minat investor institusional yang tercermin dari arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.

Sebagai regulated crypto exchange Indonesia, INDODAX terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip investasi yang bijak, melakukan riset secara mandiri (DYOR), melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) melalui fitur investasi rutin di INDODAX guna membantu mengelola risiko di tengah volatilitas pasar.***

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerebek Sarang Narkoba: Polsek Bilah Hulu Tindak Lanjut Laporan Warga Di Dusun Mual Mas
Pimpin Apel Pagi: Karutan Dumai Tekankan Peningkatan Layanan
Kalapas Pekanbaru Beri Sentuhan Kehangatan Lewat Kegiatan Waksabi di Blok Hunian Lapas Kelas II A
Bandar Sabu “Bendera Baru” Seolah Kebal Hukum! Satres Narkoba Diminta Sikat Habis Tanpa Pandang Bulu Dan Tanpa “Bendera-benderaan”
Menjemput Aspirasi Warga, Anggota DPRD Provinsi Riau Mengelar Reses di Kulim Pekanbaru
Galian C Tanah Urung Ilegal Di Langgini Masih Lancar Beroperasional Tanpa Tersentuh Hukum
GMPKK Kepulauan Nias Berikan Kepercayaan Kepada Kanit PPA dan Penyidik Baru, Berharap Kasus Pembunuhan Agnis Jance Zebua Segera Terungkap
Disnaker Kabupaten Pelalawan Terbitkan Anjuran Atas Perselisihan PHK (Galiduhu Buulolo) Dengan PT Inti Indosawit Subur (IIS) Ukui
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Gerebek Sarang Narkoba: Polsek Bilah Hulu Tindak Lanjut Laporan Warga Di Dusun Mual Mas

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:24 WIB

Pimpin Apel Pagi: Karutan Dumai Tekankan Peningkatan Layanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Kalapas Pekanbaru Beri Sentuhan Kehangatan Lewat Kegiatan Waksabi di Blok Hunian Lapas Kelas II A

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Bandar Sabu “Bendera Baru” Seolah Kebal Hukum! Satres Narkoba Diminta Sikat Habis Tanpa Pandang Bulu Dan Tanpa “Bendera-benderaan”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Menjemput Aspirasi Warga, Anggota DPRD Provinsi Riau Mengelar Reses di Kulim Pekanbaru

Berita Terbaru