Puluhan Travel Umroh di Pekanbaru Kompak Tolak Kenaikan Tarif Tiket Maskapai

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, cyberxpost.com Kenaikan harga tiket pesawat yang dipicu gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak langsung terhadap biaya perjalanan umrah di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Harga paket umrah musim 1448 Hijriah diperkirakan naik hingga Rp5-6 juta per jamaah.

Lonjakan harga itu dipengaruhi meningkatnya biaya avtur akibat konflik di Timur Tengah, ditambah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang hampir menyentuh Rp17.500 per dolar AS.

Kondisi tersebut membuat biaya operasional perjalanan umroh ikut terdongkrak, mulai dari tiket pesawat, hotel, transportasi darat, hingga konsumsi jamaah di Tanah Suci.

Situasi ini memicu keresahan para pelaku usaha travel umroh di Riau. Lebih dari 30 pemilik travel berkumpul di Pekanbaru, Senin 11-05-2026, guna menyatukan sikap menyikapi kebijakan kenaikan harga tiket maskapai.

Pertemuan itu turut dihadiri owner Riau Wisata Hati, HM Dawood, yang juga dikenal sebagai wholesaler tiket Batik Air.

Dalam forum tersebut, para travel owner menyatakan keberatan atas kenaikan harga tiket yang dinilai terlalu tinggi dan memberatkan calon jamaah.

“Kami memahami situasi geopolitik di Timur Tengah memang berdampak pada kenaikan bahan bakar pesawat. Namun kenaikan harga tiket yang dirilis maskapai sangat memberatkan travel maupun jamaah. Kami berharap kebijakan ini bisa ditinjau ulang,” ujar salah seorang travel owner dalam pertemuan tersebut.

Selain kenaikan tiket, pelaku travel juga dihadapkan pada tekanan akibat anjloknya nilai tukar rupiah yang berimbas pada biaya hotel, bus, dan layanan lainnya di Arab Saudi.

Baca Juga:  BPKB Mobil Agya Hilang di Antara Tarutung dan Medan, Kristina Lastrika Juliana Sitorus Mohon Bantuan Masyarakat Luas

Muhammad Dawood menyatakan pihaknya memahami keresahan para pelaku travel di Riau. Ia mengaku akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak maskapai.

“Saya akan mencoba mengomunikasikan aspirasi rekan-rekan travel kepada pihak maskapai. Apa pun hasilnya nanti akan kami sampaikan kembali,” katanya.

Meski mendesak maskapai melakukan evaluasi tarif, para travel owner menilai kenaikan harga paket umrah saat ini sulit dihindari karena dipengaruhi faktor global di luar kendali penyelenggara travel.

Para pelaku travel juga sepakat tetap mengedepankan pelayanan terbaik kepada jamaah dengan menjelaskan kondisi yang terjadi secara terbuka dan transparan.

“Kami mengimbau jamaah tetap tenang dan memahami situasi saat ini. Semua ini terjadi karena faktor eksternal yang berada di luar kendali travel,” ujar salah seorang peserta rapat.

Bagi jamaah yang telah mendaftar dan menetapkan jadwal keberangkatan, kenaikan biaya ini menjadi konsekuensi yang harus dihadapi. Namun sebagian besar travel memilih tetap memberangkatkan jamaah sesuai jadwal karena belum ada kepastian harga akan kembali normal jika keberangkatan ditunda.

Sejumlah travel juga mengungkapkan mayoritas calon jamaah dapat memahami kondisi tersebut. Bahkan banyak jamaah tetap memilih berangkat meski harus menambah biaya, karena khawatir harga paket umrah justru kembali naik apabila keberangkatan ditunda.***

Penulis : Dedi U

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puncak GROW 2026 di Kuansing, SKK Migas dan KKKS Wilayah Riau Sukses Tuntaskan Gerakan Hijau di 12 Kabupaten/Kota se-Riau
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis Untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge Bagi Member
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Dana Desa Tahun 2025 di Desa Marao
Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi
Mahasiswa Labuhanbatu di Aceh Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah
Kinerja Jajaran Beacukai Kota Pekanbaru Di Pertanyakan, Rokok Ilegal Masih Beredar Bebas
Masyarakat Pertanyakan Pengawasan BPD dan Pengelolaan Dana Desa
Diduga Terjadinya Merangkap Jabatan Ketua BPD Desa Marao Jadi Sorotan Masyarakat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:20 WIB

Puncak GROW 2026 di Kuansing, SKK Migas dan KKKS Wilayah Riau Sukses Tuntaskan Gerakan Hijau di 12 Kabupaten/Kota se-Riau

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:08 WIB

IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis Untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge Bagi Member

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:24 WIB

Masyarakat Pertanyakan Realisasi Dana Desa Tahun 2025 di Desa Marao

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WIB

Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:31 WIB

Mahasiswa Labuhanbatu di Aceh Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Berita Terbaru