Lurah Pasar Lahewa Bantah Terbitkan Domisili SPPG MBG, Polemik 2 Alamat Dapur Yayasan Cahaya Semesta Bersama Mencuat

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahewa, ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Polemik alamat dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Program Makan Bergizi Gratis MBG di Lahewa belum selesai. Kini Lurah Pasar Lahewa, Darwan Salim Zebua, angkat bicara dan membantah keras telah menerbitkan Surat Keterangan Domisili untuk dapur MBG milik Yayasan Cahaya Semesta Bersama.

“Sepanjang bangunan SPPG beralamat Kelurahan Pasar Lahewa itu beroperasi, kelurahan tidak pernah menerbitkan surat domisili kepada pengelolanya. Hal ini bisa dikonfirmasi langsung ke pengelola maupun pemilik ruko,” tegas Darwan saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat 20/6.

Yang jadi sorotan warga: dua bangunan berlogo BGN itu berdiri berdekatan, hanya berjarak sekitar 25 meter setelah gapura “Selamat Datang di Desa Fadoro Sitolu Hili” arah Simpang Afulu. Dulu ruko cat abu muda-putih, kini disulap jadi dapur masak SPPG.

Janggalnya, meski tetanggaan, papan nama keduanya beda administrasi. Satu tertulis Desa Fadoro Sitolu Hili, satunya lagi Kelurahan Pasar Lahewa.

“Secara lokasi bangunan sudah lewat gapura batas desa. Berarti masuk wilayah Desa Fadoro Sitolu Hili, bukan kelurahan. Surat pembelian lokasi juga jelas beralamat desa Fadoro Sitolu Hili. Nah, kenapa dapur MBG yang satu pakai alamat Pasar Lahewa?” tanya Aris Harefa, warga yang pertama menyuarakan kegelisahan ini via media sosial, 20/6.

Baca Juga:  Abaikan Hukum BBM Bersubsidi, SPBU 13.282.634 Diduga Bekerjasama Dengan Mafia Pelangsir BBM Bersubsidi

Kisruh alamat ini bukan soal papan nama saja. Warga khawatir ada kekeliruan data administrasi yang bisa berdampak ke akuntabilitas program MBG. Mereka menuntut transparansi:

1. Apakah ada perubahan batas wilayah desa/kelurahan?

2. Bagaimana mekanisme dan siapa yang menentukan titik lokasi SPPG?

Aris bersama warga lain mendesak Pemkab Nias Utara dan Badan Gizi Nasional BGN segera turun cek lapangan. “Biar program MBG tepat sasaran, sesuai prosedur, dan nggak jadi bahan polemik di masyarakat,” ujarnya.

Hingga berita ini naik, konfirmasi resmi dari Kepala Desa Fadoro Sitolu Hili, Camat Lahewa, BGN, dan Pemkab Nias Utara masih diupayakan.

Sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya bagi semua pihak terkait. Klarifikasi diharapkan meluruskan simpang siur batas administrasi dan legalitas dua dapur SPPG tersebut.***

Penulis : Sg

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa
KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan
PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok
Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026
INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN
MASIH INGAT KASUS PELECEHAN & PENGANIAYAAN KARYAWAN KOPERASI DI TANGERANG? HARI INI SIDANG PERDANA!
Sengketa Lahan 700 Hektare Berlangsung Sejak 1996, KTPMI Duduki Lahan di Tanjung Mulia
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Labuhanbatu, Bupati Maya Hasmita Bacakan Pidato Menpora Erick Thohir Tekankan Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
Berita ini 241 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:28 WIB

KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:22 WIB

PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:03 WIB

INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN

Berita Terbaru