HMI Cabang Pekanbaru & Intruksi Badko HMI Sumbagteng, Turun ke Jalan Bagikan Masker: Tekankan Negara Jangan Kalah Atas Ancaman Ekologis dan Krisis Udara Bersih

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru kembali menunjukkan manifestasi keberpihakannya kepada masyarakat di tengah kepungan krisis ekologis.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemantauan kualitas udara (Air Quality Index / AQI) terkini, langit Kota Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap pekat dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang sempat melonjak di angka 164,8 hingga 173. Kondisi ini menempatkan kualitas udara Pekanbaru pada level “Tidak Sehat” hingga berisiko tinggi bagi kesehatan respirasi publik.

Sebagai respons cepat atas memburuknya indeks standar pencemar udara yang mengancam keselamatan warga—terutama anak-anak dan kelompok rentan—HMI Cabang Pekanbaru menginisiasi aksi solidaritas kemanusiaan berupa pembagian ribuan masker medis secara masif kepada para pengendara dan masyarakat di Tugu Perjuangan Kota Pekanbaru.

Ketua Lembaga Kesehatan HMI (LK HMI) Cabang Pekanbaru, Nasrul, menegaskan bahwa ancaman kabut asap ini tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai fenomena musiman yang biasa, melainkan darurat kesehatan publik yang berdampak sistemik pada fisiologis manusia.

“Secara medis, partikel mikroskopis PM2.5 yang terinholasi secara konstan menembus barrier alveolar paru-paru dan masuk ke aliran darah, memicu inflamasi sistemik, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga ancaman jangka panjang bagi kardiovaskular.

Aksi pembagian masker ini adalah mitigasi darurat preventif untuk meminimalisir dampak paparan toksik terhadap mukosa saluran pernapasan warga. Negara dan institusi berwenang harus hadir secara nyata, bukan sekadar menunggu instrumen alam berupa hujan untuk menyudahi krisis,” ujar Nasrul di sela-sela aksi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perguruan Tinggi Jaringan Kepemudaan, (PTJK) HMI Cabang Pekanbaru, Kukuh El Hakim, menyoroti lemahnya mitigasi struktural dan penegakan hukum terhadap akar permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di bumi Lancang Kuning.

Baca Juga:  PUNCAK PRESTASI NASIONAL: HMI CABANG PEKANBARU BERIKAN APRESIASI STRATEGIS ATAS CAPAIAN EKONOMI KOTA PEKANBARU 7,39 PERSEN

“Data spasial menunjukkan masih puluhan titik panas (hotspots) terkonsentrasi di wilayah regional sumatera dan Riau. Kita tidak boleh abai bahwa problem ekologis ini berakar dari anomali tata kelola lingkungan dan lemahnya audit korporasi pemegang izin konsesi lahan.

Ketika anak-anak sekolah mulai dibatasi ruang geraknya akibat udara yang toksik, ini adalah indikator kegagalan perlindungan ekologis. HMI menuntut evaluasi menyeluruh serta transparansi penindakan hukum yang tegas terhadap korporasi pembakar lahan tanpa kompromi,” tegas Kukuh.

Sementara itu, Sekretaris HMI Cabang Pekanbaru, Hadi Surya Pratama, menegaskan bahwa aksi pembagian masker ini merupakan wujud nyata fungsi kontrol sosial sekaligus kritik intelektual dalam melindungi hak atas lingkungan hidup yang sehat bagi masyarakat.

“Intelektualitas profetik yang kami emban menuntut HMI untuk tidak sekadar berwacana di ruang-ruang akademik, tetapi hadir membersamai penderitaan rakyat di ruang-ruang publik. Hari ini masyarakat Pekanbaru kembali dipaksa menghirup udara tercemar akibat kelalaian sistemik yang terulang setiap tahun.

Aksi pembagian masker ini adalah simbol perlawanan terhadap abainya negara atas hak dasar warganya. Kami mendesak pemerintah daerah segera menetapkan langkah darurat kesehatan, mengoptimalkan posko kesehatan siaga, serta memastikan seluruh fasilitas pelayanan medis siap memproteksi masyarakat dari ancaman laten kabut asap,” tutup Hadi Surya Pratama.

Melalui aksi kolaboratif ini, HMI Cabang Pekanbaru berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik yang berperspektif kelestarian lingkungan serta mendesak adanya reformasi total penanggulangan karhutla di Provinsi Riau demi menjamin hak generasi masa depan atas udara yang bersih dan sehat.

Penulis : S'via

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa
KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan
PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok
Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026
INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN
MASIH INGAT KASUS PELECEHAN & PENGANIAYAAN KARYAWAN KOPERASI DI TANGERANG? HARI INI SIDANG PERDANA!
Sengketa Lahan 700 Hektare Berlangsung Sejak 1996, KTPMI Duduki Lahan di Tanjung Mulia
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Labuhanbatu, Bupati Maya Hasmita Bacakan Pidato Menpora Erick Thohir Tekankan Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:28 WIB

KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:22 WIB

PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:03 WIB

INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN

Berita Terbaru