Aksi Damai di Inspektorat Nias Selatan Nyaris Memanas, Sikap Seorang Perempuan Jadi Sorotan

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIAS SELATAN | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Aksi damai sejumlah warga di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan, Rabu (23/9/2026), sempat diwarnai situasi tegang. Suasana yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi nyaris memanas setelah muncul ketegangan antara peserta aksi dan seorang perempuan yang disebut beberapa kali menyela ketika orasi berlangsung.

Sejumlah peserta aksi menilai sikap perempuan tersebut terkesan mengganggu jalannya penyampaian aspirasi. Bahkan, situasi sempat menjadi perhatian pengguna media sosial setelah sejumlah akun Facebook mengunggah foto maupun potongan video kejadian tersebut.

Salah satu unggahan mempertanyakan keberadaan perempuan tersebut di tengah aksi.

“Ada apa dengan ibu ini, kok dia yang sibuk dengan orang yang melakukan aksi di depan Inspektorat Nias Selatan?” demikian narasi yang beredar di media sosial.

Namun, persoalan kemudian berkembang ke ranah hukum. Perempuan yang bersangkutan disebut merasa dirugikan oleh unggahan tersebut dan dikabarkan membuat laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik di Polres Nias Selatan.

Pemilik akun Facebook bernama Fondaradodo Buulolo kemudian memberikan tanggapan. Ia mempertanyakan laporan tersebut karena menurutnya aktivitas perempuan itu terlihat secara terbuka ketika sejumlah peserta melakukan siaran langsung melalui Facebook.

Menurut Fondaradodo, terdapat rekaman video yang memperlihatkan interaksi perempuan tersebut dengan peserta aksi.

“Kan sudah jelas tampak wajahnya di situ saat banyak yang live di Facebook. Bahkan ada videonya saat wanita tersebut mencemooh peserta aksi. Kok sekarang berkelit merasa seolah-olah korban?” ujarnya, sebagaimana disampaikan kepada media.

Baca Juga:  Dewan Pers Minta Agar Semua Pihak Menghormati Kebebasan Pers

Fondaradodo kemudian mengaku berupaya mencari tahu identitas perempuan tersebut. Dari informasi yang diperolehnya, perempuan itu disebut berinisial N.F. dan diduga bekerja sebagai wartawan sekaligus pimpinan redaksi salah satu media online.

Jika benar berlatar belakang pers, persoalan ini tentu menjadi sorotan tersendiri.

Sebab, posisi jurnalis semestinya tidak menjadi alasan untuk ikut memperkeruh suasana ketika masyarakat sedang menyampaikan aspirasi. Namun, apakah tindakan yang dipersoalkan tersebut benar merupakan bentuk provokasi atau sekadar interaksi biasa di tengah aksi, hal itu tetap membutuhkan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Fondaradodo menilai apabila benar perempuan tersebut merupakan insan pers, tindakan yang dianggapnya dapat memancing emosi peserta aksi berpotensi mencoreng citra profesi jurnalistik.

Ia juga menyatakan akan mempertimbangkan pelaporan persoalan tersebut kepada Dewan Pers agar status dan tindakan yang dipersoalkan dapat dinilai melalui mekanisme yang sesuai.

Di sisi lain, klaim mengenai adanya cemoohan, provokasi, maupun dugaan tindakan lain terhadap peserta aksi masih merupakan versi dari pihak yang menyampaikan keberatan dan belum mendapatkan konfirmasi dari N.F.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya awak media untuk menghubungi N.F. guna memperoleh klarifikasi mengenai kehadirannya dalam aksi, dugaan tindakannya saat orasi berlangsung, serta kabar mengenai laporan polisi yang disebut telah dibuat, belum membuahkan hasil. Nomor yang dihubungi dilaporkan tidak aktif.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi N.F. maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara berimbang atas pemberitaan ini.

Penulis : FD. Buulolo

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026
Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Harus Konsisten, Berkesinambungan dan Terus Dikawal
Kapolres Labuhanbatu Hadiri Pemusnahan Barang Bukti dari 389 Perkara di Kejari Labuhanbatu
10 Desa Datangi Inspektorat Nias Selatan, Minta Kejelasan dan Kepastian Penanganan Pengaduan
PERKUAT DETEKSI DINI LAPAS NARKOTIKA RUMABAI LAKSANAKAN RAZIA GABUNGAN BERSAMA APARAT PENEGAK HUKUM
Gelar Rapat Terbatas, Prabowo Beri Tugas Khusus Dirjen Bea Cukai Djaka
Bitcoin Tercatat Sentuh US$87.000, INDODAX Sebut Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis
Satresnarkoba–BNN–Inteldim Bongkar Gubuk Diduga Sarang Narkoba di Lobusona
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:54 WIB

Aksi Damai di Inspektorat Nias Selatan Nyaris Memanas, Sikap Seorang Perempuan Jadi Sorotan

Jumat, 25 September 2026 - 15:55 WIB

INDODAX Soroti Penguatan Ekosistem Kripto Nasional di FEKDI x IFSE 2026

Kamis, 24 September 2026 - 17:37 WIB

Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Harus Konsisten, Berkesinambungan dan Terus Dikawal

Kamis, 24 September 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Labuhanbatu Hadiri Pemusnahan Barang Bukti dari 389 Perkara di Kejari Labuhanbatu

Rabu, 23 September 2026 - 17:08 WIB

10 Desa Datangi Inspektorat Nias Selatan, Minta Kejelasan dan Kepastian Penanganan Pengaduan

Berita Terbaru