Kuansing | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Antian kendaraan mau membeli BBM bersubsidi mulai dari kota Pekanbaru sampai Kuantan Singingi meluber sampai ke jalan yang mengakibatkan kemacetan, di mulai dari SPBU Kubang raya, SPBU Lubuk Zakat, SPBU Simalinyang, SPBU Lipat Kain, SPBU Koto Baru sampai kabupaten kota Taluk Kuantan,
Langkanya BBM jenis Pertalite dan solar membuat masyarakat berebutan untuk mendapatkan pengisian BBM terjadi di sejumlah SPBU, Sabtu (2/5/2026). Kondisi terparah terlihat di SPBU Sungai Jering, dengan antrean kendaraan roda empat dan truk mencapai hingga 1 kilometer.
Antrean bahkan lebih panjang dibandingkan sehari sebelumnya. Kendaraan dari arah Teluk Kuantan mengular hingga simpang SMAN Pintar, sementara truk dari arah Pekanbaru memadati jalur hingga depan Rumah Makan Sinar Kampar. Untuk roda dua, antrean sekitar 100 meter.
Warga terpaksa antre berjam-jam karena pertalite tidak lagi dijual eceran. “Tidak ada pilihan, harus antre. Sekarang kondisi makin parah,” ujar Yuli, warga Sungai Jering.
Situasi ini juga mulai mengganggu arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi kemacetan dan mencegah penyalahgunaan BBM subsidi, Polres Kuansing menempatkan personel di seluruh SPBU.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyebut, patroli dan pengaturan lalu lintas dilakukan setiap hari agar kondisi tetap terkendali.
Panjang antrean solar disebut dipicu pasokan di SPBU Sitorajo Kari yang tidak masuk selama enam hari terakhir, sehingga truk-truk beralih ke SPBU Sungai Jering.
Langkanya BBM jenis Pertalite di sepanjang perrjalanan menuju Teluk Kuantn membuat masyarkat harus beralih ke BBM jenis Pertamax Turbo karena Pertalite tidak ada yg jual ecen.
Kondisi terparah Langkanya BBM jenis Pertalite ini membuat harga BBM jenis Pertamax turbo jadi melangit seperti di Desa Petai harga Pertamak Turbo mencapai 30k/ liternya
Polisi mengimbau masyarakat tetap tertib antre dan menggunakan barcode MyPertamina sesuai nomor kendaraan serta para mafia BBM subsidi tolong jangan bermain ingat massyarakat sangat membutuhkan BBM yang bersubsidi, jangan sampai dengan permainan anda2 masyarakat jadi korban.***
Penulis : S'via
Editor : Redaksi















