Disomasi Warga, Pengembang BTN Syafa Residence 8 Ketapang Diduga Bangun di Lahan Bersertifikat

- Penulis

Selasa, 22 Juli 2025 - 03:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketapang, Kalbar | cyberxpost.com – Warga Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Kalbar, melayangkan somasi kedua kepada pemilik/pengembang BTN Syafa Residence 8. Somasi ini diajukan oleh LBH Rumah Hukum Indonesia (RHI) mewakili warga bernama Jamli A. Samad yang mengklaim bahwa pembangunan perumahan dilakukan di atas lahan miliknya tanpa izin dan tanpa ganti rugi.

“Lahan seluas 4.969 m² sudah kami cocokkan ke peta BPN, dan benar sesuai dengan sertifikat tahun 1988 atas nama klien kami,” ujar Ahmad Upin Ramadan, pendamping hukum dari LBH RHI.

Investigasi LBH pada Juni 2025 menunjukkan bahwa pembangunan sudah berjalan aktif, padahal tanah tersebut belum dibebaskan secara sah. Pengembang hanya mengantongi dokumen atas lahan di lokasi berbeda, yaitu di Desa Mulia Baru.

Baca Juga:  Asisten I Pimpin Apel Gabungan Kelompok di Lingkungan Pemkab Labuhanbatu

Ketua Dewan Pembina LBH RHI, Muhammad Jimi Rizaldi, menyatakan bahwa somasi ini adalah langkah damai dan berharap ada itikad baik dari pihak pengembang.

“Kalau mau diselesaikan secara kekeluargaan, seharusnya ada kompromi. Jangan sampai rakyat terus dirugikan,” tegasnya.

LBH RHI memberi waktu 7 hari untuk respons. Jika tidak, langkah hukum pidana dan perdata akan diambil, termasuk dugaan pelanggaran Pasal 385 KUHP tentang penyerobotan tanah.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa
KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan
PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok
Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026
INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN
MASIH INGAT KASUS PELECEHAN & PENGANIAYAAN KARYAWAN KOPERASI DI TANGERANG? HARI INI SIDANG PERDANA!
Sengketa Lahan 700 Hektare Berlangsung Sejak 1996, KTPMI Duduki Lahan di Tanjung Mulia
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Labuhanbatu, Bupati Maya Hasmita Bacakan Pidato Menpora Erick Thohir Tekankan Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:28 WIB

KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:22 WIB

PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:03 WIB

INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN

Berita Terbaru