Labuhanbatu, Sumut |Cyberxpost.com – kamis 06 Agustus 2026 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa kebaikan bagi masyarakat di Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, justru kini menjadi sorotan publik. Keluhan mendalam datang dari seorang warga Dusun Firdaus yang mengaku diperlakukan tidak adil oleh pihak kepala atau pengawas dapur MBG setempat, bahkan diduga terjadi praktik pungutan liar untuk bisa diangkat menjadi pekerja.
Berdasarkan keterangan warga yang enggan disebutkan identitasnya demi keamanan, kisah ini bermula sejak 01 Mei 2026 ketika ia mendapat kesempatan bekerja di dapur MBG. Namun harapan untuk menambah penghasilan keluarga justru berujung kekecewaan mendalam dan rasa dipermalukan.
“Gini bang, kami diperlakukan macam anak kecil, sesuka hati saja bicara pada kami masyarakat lemah. Padahal kami berharap dapat peluang kerja untuk membantu di dapur MBG, rasanya kami sudah disalahkan seenaknya saja oleh mereka,” ungkapnya dengan nada sedih saat ditemui awak media, kamis (06/08/2026).
Warga tersebut mengungkapkan, ada aturan sepihak yang diterapkan: pekerja yang dianggap tidak patuh kepada pimpinan atau pengawas dapur langsung dikeluarkan. Hal yang paling mencengangkan, setiap orang yang baru akan dipekerjakan diwajibkan menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp 1.500.000 kepada pihak pengurus.
Ia mengaku telah menyerahkan uang tersebut kepada M. Edi Arianto Juntak, namun hingga kini apa yang dijanjikan tak kunjung terwujud. Dana yang diserahkan seolah hilang begitu saja disambut janji-janji manis yang tak nyata.
“Saya sudah punya bukti penyerahan dana itu pak, kepada M. Edi Arianto Juntak saat itu. Tapi sampai hari ini hanya janji pahit yang saya dapatkan. Sekarang saya malu, setiap kali meminta kembali uang saya malah seolah-olah saya jadi pengemis,” keluhnya dengan suara bergetar.
Praktik ini ternyata tidak hanya dialami satu orang. Ia mendengar ada rekan lain yang juga mengalami hal serupa: sudah membayar sejumlah uang namun setelah bekerja sebentar justru dikeluarkan, lalu digantikan orang baru yang juga dipungut biaya sama.
“Sudah berjalan berapa bulan saya tunggu sampai hari ini, semua yang dikatakan seakan banyak janji palsu. Saya beritakan saja biar publik yang menilai, apakah program MBG ini memang dijalankan seperti ini dengan politik uang?” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya meminta tanggapan dari pihak terkait, termasuk Kepala Desa Lingga Tiga maupun pengurus dapur MBG setempat untuk mendapatkan kebenaran yang seimbang.
Penulis: Rusman Safrialdi















