Bandar Petalangan | CYberxpost.com – Adanya dugaan masyarakat setempat desa lubuk raja terkait adanya penyelewengan penyalahgunaan dana BUMDes Lubuk Raja kecamatan bandar petalangan, kabupaten pelalawan, provinsi riau. Kamis (29/1/26).
Pada saat team investigasi awak media cyberxpost.com melakukan kontrol sosial di salah satu desa lubuk raja, kecamatan bandar petalangan, kabupaten pelalawan. Ada salah satu masyarakat warga desa lubuk raja tersebut menyampaikan kepada awak media ini terkait adanya dugaan penyelewengan penyalahgunaan dana BUMDes Lubuk Raja.
“Keterangannya, adanya pengadaan mobil Canter dari angaran BUMDes perkiraan pada anggaran TA 2022-2023 untuk kebutuhan masyarakat desa lubuk raja, namun setelah beberapa bulan kemudian, mobil Canter tersebut kabarnya telah di jual tanpa diketahui apa sebab dan kenapa bisa terjadi,” Ujarnya masyarakat
“Dan juga adanya pengadaan kolam ikan lele sebanyak sejumlah 6 kolam, tetapi kami menduga adanya ketidak transparansi terkait pengadaan kolam ikan lele tersebut. “Sebab kabarnya kami menduga dari sejumlah sebanyak 6 kolam ikan lele tersebut, (5 lima) untuk kebutuhan warga/masyarakat setempat, dan (1 satu) lagi untuk pihak yang menyediakan lahan tempat kolam ikan tersebut, kami duga” Ujarnya masyarakat
“Juga pada waktu adanya program bedah rumah di desa lubuk raja ini, ada sekitaran sejumlah 6-7 rumah yang di bedah rumahnya, salah satunya bendahara desa dan ada 2 dua kadus desa lubuk raja ini yang mendapatkan program bedah rumah tersebut,” Ujarnya
“Kami selaku masyarakat desa lubuk raja ini merasa diasingkan setiap ada program pemerintah yang di adakan oleh pihak perangkat desa lubuk raja ini. Terlebih-lebih terkait program BUMDes Lubuk Raja kami ini, Perangkat desa lubuk raja tidak pernah transparansi kepada masyarakat, seolah-olah desa lubuk raja ini milik pribadi atau keluarga perangkat desa saja,” Sebutnya
Lanjut team awak media ini melakukan upaya konfirmasi langsung kepada salah satu pihak perangkat desa, “Yaitu kepada Ibu (Imur) selaku Ketua BPD BUMDes Lubuk Raja.
Awak media ini mengkonfirmasikan dan mempertanyakan langsung ke Ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes tersebut, terkait keterangan dari salah satu masyarakat desa tersebut. “Namun sangat disayangkan, Ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes tersebut menyangkal bahwasanya kegiatan yang dilaksanakan di desa kita lubuk raja ini sudah sesuai aturan,” Ujarnya Ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes
Dan Ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes tersebut tidak bisa memberikan penjelasan secara detail, katanya lupa tapi ada semua datanya di kantor desa terkait beberapa kegiatan yang diadakan di desa lubuk raja tersebut.
Awak media ini tidak merasa puas dengan penjelasan atau jawaban dari ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes Lubuk Raja tersebut. Sebab Ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes tersebut, menjelaskan hanya beberapa. Salah satu diantaranya” Terkait Mobil Canter tersebut benar sudah terjual, dan dananya dialihkan ke pengadaan barang dan jasa, juga pengadaan penyediaan tabung gas elpiji yang berukuran 3 KG dan ada juga beberapa tabung yang berukuran besar. Dimana sejumlah penyediaan tabung gas elpiji tersebut dikelola dijualkan langsung kepada masyarakat setempat oleh ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes tersebut. Dan beliau tidak bisa memberikan keterangan atau penjelasan yang detil terkait berapa jumlah atau nominal dana anggaran daripada kegiatan tersebut, “termasuk terkait pengadaan kolam ikan lele yang di diadakan di belakang kediaman rumah bendahara desa lubuk raja sebanyak 6 kolam, “Sebab ditempat lain tidak ada yang menginjinkan tempat dan demi keamanan saja katanya.
Ibu Imur selaku Ketua BPD BUMDes tersebut mengatakan, “semua ada rinciannya di kantor desa lubuk raja,” Ujarnya. (Team Redaksi)















