Labuhanbatu,Sumut | Cyberxpost.com – Keresahan mendalam kembali disuarakan oleh masyarakat luas di sejumlah wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Hingga saat ini, peredaran narkoba jenis sabu diduga masih berjalan lancar dan tetap eksis di berbagai titik, yang dikabarkan berada di bawah kendali satu sosok yang dijuluki sebagai Big Bos berinisial DW. Warga dan tokoh masyarakat menuntut jajaran Polres Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara, serta Kodim 0209/LB untuk segera bertindak tegas dan memutus rantai peredaran yang telah meresahkan ini.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari keterangan tokoh agama serta sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan pribadi, jaringan yang dikomandoi DW ternyata telah menyebar ke hampir seluruh penjuru wilayah, mulai dari Kecamatan Bilah Barat hingga ke pelosok Kecamatan Bilah Hilir. Diduga DW mengatur pasokan, pendistribusian, dan menempatkan orang-orang kepercayaannya sebagai penguasa di setiap titik operasi, sehingga peredaran barang haram ini berjalan teratur dan sulit terjamah aparat.
Berikut adalah sebaran titik lokasi dan dugaan pengendali peredaran sabu di wilayah Labuhanbatu:
📍 Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat
Peredaran narkoba di wilayah ini diduga dikendalikan oleh inisial BD LY dan W. Warga setempat melaporkan aktivitas transaksi yang kerap terjadi secara diam-diam namun terlihat jelas oleh mata masyarakat, namun belum ada tindakan nyata yang menjangkau hingga ke pelaku utamanya.
📍 Desa Aek Paing Bawah Dua
Wilayah ini diduga menjadi salah satu jalur utama penyebaran yang dikuasai oleh inisial DRAW. Posisi lokasi yang strategis diduga dimanfaatkan untuk membagikan barang ke wilayah sekitarnya.
📍 Desa Kampung Dalam, Dusun Mualmas, Kecamatan Bilah Hulu
Di wilayah ini, jaringan diduga dipegang erat oleh inisial NP. Warga menyampaikan bahwa dampak penyalahgunaan narkoba sudah mulai terlihat nyata di kalangan pemuda dusun setempat.
📍 Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu
Peredaran sabu di desa ini disebut masih sangat aktif dan diduga dikendalikan oleh BD B dan J beserta sejumlah rekan lainnya. Meskipun warga sudah berulang kali menyampaikan kekhawatiran, aktivitas ini masih berjalan tanpa hambatan berarti.
📍 Kecamatan Pangkatan hingga Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir
Jaringan diduga semakin meluas hingga ke wilayah ini, di mana inisial Z dan BL disebut bertindak sebagai tangan kanan atau “robot” yang menjalankan instruksi langsung dari DW. Mereka beroperasi di sepanjang wilayah Negeri Lama hingga ke batas desa-desa sekitarnya.
📍 Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir
Wilayah ini menjadi salah satu titik yang paling mengkhawatirkan. Di sini, inisial RY atau yang kerap dipanggil “Brok” diduga menjadi pengendali utama. Warga menyebut desa ini kini penuh dengan “mesin perusak generasi”, di mana banyak pemuda yang sudah terjerumus ke dalam ketergantungan akibat maraknya peredaran sabu yang beroperasi terang-terangan.
Hingga saat ini, rantai peredaran narkoba ini belum berhasil diputus sampai ke akarnya. Warga merasa kecewa karena selama ini penindakan yang dilakukan baru menyasar pengedar tingkat bawah, sementara mereka yang memegang kendali utama tetap beroperasi dengan aman dan bebas.
Bersama-sama dengan tokoh agama, masyarakat menyampaikan harapan sekaligus tuntutan keras kepada jajaran kepolisian:
“Kami memohon, Polres Labuhanbatu dan Polda Sumut jangan tinggal diam lagi. Segera bongkar jaringan ini, lacak keberadaan DW selaku pengendali utama, dan tangkap semua orang yang menguasai titik-titik tersebut. Sabu ini sudah menjamur di mana-mana, merusak akhlak dan masa depan anak-anak kita. Jangan biarkan lagi generasi penerus Labuhanbatu hancur karenanya,” ujar seorang tokoh agama dengan nada kecewa dan prihatin saat memberikan keterangan kepada tim media yang sedang melakukan investigasi lapangan.
Masyarakat kini menunggu bukti nyata dan tindakan cepat dari aparat penegak hukum. Mereka berharap tidak ada lagi sekadar janji, melainkan penindakan tegas tanpa pandang bulu demi menyelamatkan wilayah Labuhanbatu dari ancaman narkoba.
Penulis: RVK / Tim















