Soroti Defisit Anggaran Hingga Kelangkaan Minyak Goreng, Mahasiswa UNRI Gelar Mimbar Bebas di Kantor Gubernur

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru | CYBERXPOST.com Sejumlah mahasiswa Universitas Riau (UNRI) menggelar aksi mimbar bebas di depan Kantor Gubernur Riau. Senin, (25/5/2026) sekitar pukul 14.00 Wib. Aksi tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum terselesaikan di Provinsi Riau.

Aksi mimbar bebas ini diinisiasi oleh BEM FISIP UNRI bersama BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNRI serta BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNRI.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan aksi, Dio Dwi Prayoga yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Politik BEM FISIP UNRI, menyampaikan bahwa sebelumnya mahasiswa telah melayangkan surat audiensi kepada Pemerintah Provinsi Riau. Namun hingga aksi digelar, surat tersebut disebut belum mendapat tanggapan.

“Kami sudah mengirim surat audiensi kepada Pemerintah Provinsi Riau, tetapi sampai hari ini belum ada balasan. Karena itu kami turun langsung menyampaikan keresahan masyarakat melalui aksi mimbar bebas ini,” ujar Dio Dwi Prayoga.

Gubernur Mahasiswa BEM FISIP UNRI, Taufik Hidayat, mengatakan aksi tersebut berfokus pada berbagai persoalan daerah yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Riau.

Menurutnya, di tengah kondisi defisit anggaran daerah, pemerintah justru dinilai mengalokasikan hibah untuk pembangunan lembaga vertikal. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti mahalnya harga bahan pangan, kelangkaan minyak goreng merek Minyakita, persoalan penertiban panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga minimnya pengawasan terhadap truk Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Gerakan hari ini lahir dari keresahan bersama. Banyak persoalan di Riau yang harus segera diselesaikan pemerintah, mulai dari defisit anggaran, mahalnya kebutuhan pokok, kelangkaan minyak goreng, hingga persoalan sosial masyarakat akibat penertiban usaha panglong arang,” tegas Taufik.

Baca Juga:  Kasus Diamankan Ibu Muda di  Parung Panjang Sesuai Persedur

Sementara itu, Gubernur Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI, Bintang Adrian, menyoroti dugaan pelanggaran lingkungan oleh perusahaan sawit yang disebut menyebabkan matinya puluhan ribu ton ikan di Kabupaten Kampar.

Ia meminta pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan yang dinilai tidak mematuhi aturan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kondisi Riau saat ini. Pemerintah harus tegas terhadap perusahaan yang merugikan masyarakat dan lingkungan,” ujar Bintang Adrian.

Hal senada disampaikan Gubernur Mahasiswa FEB UNRI, Farhan. Ia menilai Pemerintah Provinsi Riau perlu memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak terus bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) yang dinilai menjadi salah satu penyebab defisit anggaran daerah.

Farhan juga menyebut aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap sikap pemerintah yang dianggap belum responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Kami datang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi masyarakat Riau, tetapi respons pemerintah justru terkesan tidak peduli. Jika pemerintah tetap diam, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Farhan.

Aksi mimbar bebas tersebut ditutup dengan pernyataan sikap mahasiswa yang mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera menyelesaikan berbagai persoalan daerah serta membuka ruang dialog melalui audiensi bersama mahasiswa dan masyarakat.***

Penulis : S'via

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Bagikan Kebahagiaan Idul Adha Lewat Program Kepedulian Sosial di Aceh
INDODAX Rayakan Bitcoin Pizza Day 2026 Sebagai Ruang Selebrasi dan Diskusi Bersama Komunitas Kripto
Tidak Sepaham Tentang Penerapan Batas Usia Pensiun, Enam Karyawan PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Layangkan Somasi dan Permintaan Bipartit
Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian
Kepala Seksi Administrasi Kamtib Pimpin dan Berikan Amanat Apel Pagi Lapas Narkotika Rumbai
Kepala Seksi Binadik dan Giatja Berikan Arahan Khusus Kepada Tamping Bimker Lapas Narkotika Rumbai
Agung Maulana Ketum KMPKS Menilai Kapolda Riau Sedang Bercanda Dalam Memberantas Perusahaan Perusak Lingkungan di Provinsi Riau 
ASISTEN II TEGASKAN ASN, CAMAT HINGGA KEPALA DESA GALAKKAN GOTONG ROYONG JAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:26 WIB

INDODAX Bagikan Kebahagiaan Idul Adha Lewat Program Kepedulian Sosial di Aceh

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:12 WIB

INDODAX Rayakan Bitcoin Pizza Day 2026 Sebagai Ruang Selebrasi dan Diskusi Bersama Komunitas Kripto

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:18 WIB

Soroti Defisit Anggaran Hingga Kelangkaan Minyak Goreng, Mahasiswa UNRI Gelar Mimbar Bebas di Kantor Gubernur

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:17 WIB

Tidak Sepaham Tentang Penerapan Batas Usia Pensiun, Enam Karyawan PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Layangkan Somasi dan Permintaan Bipartit

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:59 WIB

Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian

Berita Terbaru