Bitcoin Anjlok ke US$60.000, INDODAX: Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Besar Jadi Biang Keroknya

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, cyberxpost.com – Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam dan sempat menyentuh level US$60.000 pada perdagangan. Jumat (6/2/26).

Tekanan jual yang kuat menyeret Bitcoin ke level terendah intraday di kisaran US$60.000 sebelum bergerak fluktuatif, dengan penurunan hampir 30 persen dalam sepekan terakhir. Hal ini dipicu oleh kombinasi gelombang likuidasi posisi leverage dan meningkatnya tekanan jual dari investor institusional.

Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto tercatat melampaui US$1,8 miliar, dengan mayoritas berasal dari posisi long. Lebih dari 500 ribu trader terdampak, termasuk satu posisi Bitcoin bernilai lebih dari US$12 juta yang terlikuidasi di bursa global.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan reaksi pasar yang berlangsung cepat di tengah tekanan likuiditas. “Ketika tekanan jual terjadi bersamaan, pasar kripto bisa bergerak sangat cepat karena banyak posisi ditutup dalam waktu yang sama,” ujar Antony.

Aksi likuidasi di pasar kripto juga diikuti oleh aksi jual dari investor besar. Hal ini terlihat dari aktivitas di pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin. ETF Bitcoin spot milik BlackRock, IBIT, mencatat volume perdagangan harian tertinggi dengan nilai transaksi melampaui US$10 miliar.

Lonjakan aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan harga IBIT dan diikuti penarikan dana dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa investor institusional ikut melepas kepemilikan mereka.

Dari sisi teknikal, Antony menilai pergerakan Bitcoin juga menunjukkan pelemahan yang signifikan. “Bitcoin telah kehilangan area support di kisaran US$65.000 hingga US$62.000. Jebolnya level tersebut memicu stop-loss beruntun dan membuka ruang penurunan ke area US$60.000,” kata Antony.

Pelemahan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH) sempat turun di bawah US$1.800, sementara Solana (SOL) menembus level US$70 untuk pertama kalinya sejak Desember 2023. Tekanan ini menunjukkan aksi jual yang meluas di pasar kripto.

Baca Juga:  Kapolda Riau dan PANGDAM 1/BB Diminta Untuk Menangkap Mobil Truk Milik Nainggolan Diduga Pengangkut BBM ilegal dari Palembang

Antony menegaskan bahwa pelemahan yang terjadi saat ini tidak hanya dialami pasar kripto. “Yang terjadi hari ini bukan hanya soal kripto. Tekanan juga terlihat di pasar saham teknologi dan aset berisiko lain. Di mana, ketika investor global mengurangi eksposur risiko, kripto biasanya juga ikut terdampak,” tegasnya.

Antony menjelaskan kondisi tersebut mencerminkan fase risk-off di pasar global, di mana investor mulai mengurangi kepemilikan pada aset berisiko di tengah pengetatan likuiditas dan rilis data ekonomi yang mengecewakan dari sejumlah negara.

Terkait pergerakan selanjutnya, Antony menegaskan bahwa arah Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas pasar global dan respons investor terhadap kondisi makro. “Selama sentimen global belum stabil, pergerakan Bitcoin masih akan mudah berfluktuasi,” lanjutnya.

Meski tekanan masih kuat, Antony menilai kondisi pasar seperti ini perlu disikapi dengan lebih hati-hati. “Karena pergerakan harga kripto bisa berubah sangat cepat, pelaku pasar perlu untuk selalu mencermati manajemen risiko dan mengikuti perkembangan berita ekonomi global yang dapat berdampak langsung ke pasar.

Selain itu, penting juga untuk terus memperkaya pemahaman, termasuk dari sisi teknikal, dengan memanfaatkan sumber informasi dan edukasi yang tersedia secara gratis, seperti melalui INDODAX Academy, agar pengambilan keputusan lebih terukur,” jelas Antony.

Di tengah volatilitas yang masih tinggi, Antony menilai pendekatan bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku pasar untuk menyikapi kondisi saat ini.

“Dalam situasi pasar yang belum stabil, strategi pembelian bertahap bisa membantu mengurangi tekanan dari fluktuasi harga jangka pendek. Yang penting, tetap menyesuaikan dengan kemampuan dan profil risiko masing-masing. Kami juga tidak bosan mengingatkan agar investasi dilakukan menggunakan dana yang memang disiapkan untuk itu atau uang dingin” tutup Antony.**

Penulis : Team

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Bagikan Kebahagiaan Idul Adha Lewat Program Kepedulian Sosial di Aceh
INDODAX Rayakan Bitcoin Pizza Day 2026 Sebagai Ruang Selebrasi dan Diskusi Bersama Komunitas Kripto
Soroti Defisit Anggaran Hingga Kelangkaan Minyak Goreng, Mahasiswa UNRI Gelar Mimbar Bebas di Kantor Gubernur
Tidak Sepaham Tentang Penerapan Batas Usia Pensiun, Enam Karyawan PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Layangkan Somasi dan Permintaan Bipartit
Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian
Kepala Seksi Administrasi Kamtib Pimpin dan Berikan Amanat Apel Pagi Lapas Narkotika Rumbai
Kepala Seksi Binadik dan Giatja Berikan Arahan Khusus Kepada Tamping Bimker Lapas Narkotika Rumbai
Agung Maulana Ketum KMPKS Menilai Kapolda Riau Sedang Bercanda Dalam Memberantas Perusahaan Perusak Lingkungan di Provinsi Riau 
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:26 WIB

INDODAX Bagikan Kebahagiaan Idul Adha Lewat Program Kepedulian Sosial di Aceh

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:12 WIB

INDODAX Rayakan Bitcoin Pizza Day 2026 Sebagai Ruang Selebrasi dan Diskusi Bersama Komunitas Kripto

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:18 WIB

Soroti Defisit Anggaran Hingga Kelangkaan Minyak Goreng, Mahasiswa UNRI Gelar Mimbar Bebas di Kantor Gubernur

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:17 WIB

Tidak Sepaham Tentang Penerapan Batas Usia Pensiun, Enam Karyawan PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Layangkan Somasi dan Permintaan Bipartit

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:59 WIB

Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian

Berita Terbaru