Keluarga Almarhumah Winda Lorenza Gowasa Tolak Hasil Otopsi: Ada Banyak Luka Janggal, Kami Minta Otopsi Ulang 

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMUT, ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Kasus kematian “Winda Lorenza Gowasa”, Medan, 18 Agustus 2026. Warga Nias yang ditemukan meninggal dunia pada 2 Agustus 2026, memicu tanda tanya besar. Keluarga menolak hasil otopsi “RS Bhayangkara TK II Medan” yang menyatakan korban meninggal karena bunuh diri dengan senjata api milik mantan suaminya, “Bripka IH”, anggota Kepolisian.

HASIL OTOPSI VS FAKTA DI JENAZAH

Dalam siaran resmi, “dr. Mistar Ritonga” dari RS Bhayangkara TK II Medan menyatakan hasil forensik menunjukkan “luka tembak tempel di bagian kepala” dan “tidak ditemukan tanda penganiayaan berupa kekerasan benda tumpul maupun tajam di tubuh korban.”

Namun, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan saat melihat jasad Winda:

1. “Bekas sayatan di leher”

2. “Lebam di kedua kelopak mata”

3. “Legokan” di sisi kiri kepala” yang diduga akibat benda tumpul

4. “Lebam di perut, dada, dan punggung telapak kaki”

“Kalau memang bunuh diri, dari mana asal luka-luka itu? Ini yang membuat kami tidak tenang,” ujar “Yasti Laia”, ibu kandung almarhumah.

KEJANGGALAN WAKTU & PROSES PEMAKAMAN

Keluarga juga menyoroti kejanggalan lain:

1. “Pemesanan kuburan sejak pukul 06.00 WIB”, 2 Agustus 2026. Padahal menurut Yasti, Bripka IH baru mengabarkan kematian Winda sekitar “pukul 11.00 WIB”.

2. “Peti mati dan ambulans sudah disiapkan” oleh pihak keluarga Bripka IH sebelum keluarga korban tiba.

3. “Permintaan agar jenazah segera dimakamkan” dengan alasan yang dinilai “tidak masuk akal” oleh keluarga.

“Mereka sudah mempersiapkan peti mati, dan ambulans, agar kak Winda segera dikebumikan. Bahkan belakangan diketahui kuburan kakak juga sudah dipersiapkan oleh mereka. Ini sangat aneh,” kata “Ica”, adik kandung korban, kepada _Sorot Kasus News_.

Baca Juga:  Pihak Bea Cukai Kota Pekanbaru Dinilai Lalai Jalankan Tugas 

DUGAAN INTIMIDASI SAAT DI RS:

Ica juga menyebut adanya “dugaan intimidasi” dari oknum Polwan yang berjaga di RS. “Kami dilarang mengambil foto jenazah. Kami merasa tidak diberi ruang untuk mencari kebenaran,” ungkapnya.

KELUARGA TERBENTUR BIAYA EKSHUMASI, MOHON BANTUAN PUBLIK

Untuk membuktikan penyebab kematian sebenarnya, keluarga berencana mengajukan “ekshumasi atau otopsi ulang”. Namun proses itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Untuk mendapatkan keadilan bagi kaum kecil di negeri ini ternyata cukup mahal. Kami butuh dana puluhan juta untuk ekshumasi agar apa yang dikatakan RS Bhayangkara bisa terjawab dengan jelas,” sebut Ica dengan mata berkaca.

Ica yang diketahui bermarga “Buulolo” dari suku Nias, mengajak masyarakat Indonesia ikut membantu.

“Kami memohon kepada seluruh saudara kami di mana pun berada. Jika ada sedikit rezeki, mohon bantu kami mencari keadilan untuk kak Winda,” pintanya.

“SALURAN DONASI UNTUK KELUARGA WINDA”

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui:

1. “Bank Mandiri” a.n “Yestin Laia” – No. Rek: “1070024626196”

_Ibu kandung almarhumah Winda Lorenza Gowasa_

2. “Dana” a.n “Sahabat Kaaani Untuk Loren” – No: “0822 7689 5951”

Hingga berita ini diturunkan, pihak “Propam Polda Sumut” dan “RS Bhayangkara TK II Medan” belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait tuntutan ekshumasi dari keluarga.

Keluarga berharap kasus ini diusut tuntas secara transparan dan profesional agar “marwah, adab, dan keadilan” bisa ditegakkan.***

Penulis : S'via

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Sumatra Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HMI Cabang Pekanbaru & Intruksi Badko HMI Sumbagteng, Turun ke Jalan Bagikan Masker: Tekankan Negara Jangan Kalah Atas Ancaman Ekologis dan Krisis Udara Bersih
Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
AREN BUKAN AJANG PERCOBAAN, HIPMAWAN TANTANG BTM BAHAS PROGRAM AREN PELALAWAN DI MEJA FGD
KMP PELALAWAN BALIK KRITIK BTM: MUHAMMAD RUSTAM DIMINTA JANGAN ASAL BICARA
Ketua HMI Pelalawan: Program Aren Pemkab Layak Didukung dan Dievaluasi Secara Objektif 
Dugaan Peredaran Sabu Kembali Disorot Warga di Pajak Hongkong Labuhanbatu
Togel Diduga Marak di Labuhanbatu, APH Diminta Segera Tindaklanjuti Informasi Masyarakat
Walikota Agung Nugroho Meraih Penghargaan KompasTV Kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:20 WIB

HMI Cabang Pekanbaru & Intruksi Badko HMI Sumbagteng, Turun ke Jalan Bagikan Masker: Tekankan Negara Jangan Kalah Atas Ancaman Ekologis dan Krisis Udara Bersih

Senin, 14 September 2026 - 18:13 WIB

Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 16:24 WIB

AREN BUKAN AJANG PERCOBAAN, HIPMAWAN TANTANG BTM BAHAS PROGRAM AREN PELALAWAN DI MEJA FGD

Senin, 14 September 2026 - 06:52 WIB

KMP PELALAWAN BALIK KRITIK BTM: MUHAMMAD RUSTAM DIMINTA JANGAN ASAL BICARA

Minggu, 13 September 2026 - 16:15 WIB

Ketua HMI Pelalawan: Program Aren Pemkab Layak Didukung dan Dievaluasi Secara Objektif 

Berita Terbaru