BENGKALIS | CYBERXPOST.com – Tim dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan/Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis,Provinsi Riau melakukan kunjungan monitoring perkembangan ternak bantuan di Kelompok Tani Suka Suka, Desa Bathin Betuah, Kamis (05/03/2026). Kegiatan ini juga menyertakan pemberian vaksin pada sapi yang mengalami masalah kulit serta penyampaian panduan pengelolaan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Monitoring perkembangan ternak bantuan dan pemberian vaksin pada sapi dengan masalah kulit.
SUHAIRI, sebagai Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan(KABID PKH ) beserta rombongan yang terdiri dari Herry Pramona (Pengawas Bibit dan Ternak/WASBITNAK), H.M. Mardani (Medik Vet), Rahel ( Puskeswan Mandau), Drh. Puja (Petugas Kesehatan Hewan Puskeswan Mandau), dan Yuyo (Staf). Kelompok Tani Suka Suka,Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Kamis, (05 /03/2026.)
Untuk memastikan perkembangan ternak bantuan berjalan baik dan membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi melalui usaha peternakan. Melalui pemeriksaan langsung, pemberian vaksin dan obat-obatan rutin, serta penyampaian panduan pengelolaan dan koordinasi dengan pengurus kelompok.
Pada kesempatan tersebut, Drh. Puja dari Puskeswan Mandau memberikan perawatan berupa vaksin pada sapi yang mengalami masalah kesehatan kulit. Tim juga menyampaikan bahwa masyarakat bisa menghubungi pihak terkait kapan saja jika menemukan kelainan pada ternak.
“Kalau ada apa-apa, Bapak bisa langsung telepon atau hubungi kawan-kawan petugas. Jika posisi kami tidak terlalu jauh, akan segera datang untuk memberikan bantuan. Jika ada kesibukan atau jarak yang jauh, kami akan mencari waktu yang tepat,” ujar salah satu anggota tim seperti yang disampaikan dalam pertemuan.
Kabid PKH Suhairi menjelaskan bahwa tujuan utama bantuan ternak dari pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Kami tidak membutuhkan apa-apa selain melihat ternak ini berkembang dan kelompok bisa sukses dengan usaha peternakan yang dijalankan,” ucapnya secara imajinatif.
Tim juga menyampaikan ketersediaan obat-obatan dari dinas, termasuk vitamin dan obat cacing yang dapat diberikan secara gratis. Namun, untuk obat-obatan yang tidak tersedia di dinas, masyarakat diharapkan memahami jika perlu membeli secara mandiri.
“Kami menyediakan obat-obat rutin seperti vitamin dan obat cacing, insya Allah tetap bisa diberikan terutama untuk kelompok yang menjadi prioritas kami. Masyarakat biasa juga kami bantu, namun kelompok yang menerima bantuan akan menjadi fokus utama,” jelas Suhairi.
Pengurus kelompok juga mendapatkan panduan penting dalam mengelola kelompok ternak. Tim menekankan pentingnya menjaga kekompakan antar anggota, mengingat setiap orang memiliki karakter yang berbeda.
“Pertama, jaga kekompakan antar anggota kelompok. Mengelola kelompok dengan karakter yang bermacam-macam memang tidak mudah, namun kami melihat pengelolaan yang sudah dilakukan saat ini sudah baik,” ungkap Suhairi”dalam memberikan kesan terhadap kelompok.
Selain itu, juga disarankan untuk memperhatikan kualitas pakan ternak, kebersihan kandang, dan kesehatan secara berkala. Jika ada masalah terkait kesehatan hewan, masyarakat diimbau untuk tidak ragu menghubungi petugas terkait.
“Jaga kesehatan pakan, kebersihan kandang, dan kesehatan ternaknya. Jika ada hal yang berkenaan dengan kesehatan hewan, segera hubungi ketugas, baik dokter hewan maupun medik hewan. Meskipun lokasi di Desa Bathin Betuah agak jauh, kami siap datang kapan saja jika ada kebutuhan,” tambahnya.
Tim juga mengingatkan agar pengurus kelompok melakukan koordinasi dengan Pak Edy terkait dengan program pembiakan ternak. “Untuk urusan pembiakan, silakan koordinasikan dengan Pak Edy. Jika ternak siap untuk dibirahi, cukup hubungi kami untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan,” jelas salah satu anggota tim.
Kegiatan monitoring dan pemberian bantuan ini diharapkan dapat mendorong kelompok ternak untuk terus mengelola usaha dengan baik. Hasil dari perkembangan ternak dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi kelompok maupun dijual sesuai dengan keputusan bersama anggota kelompok.
“Kami tidak akan melarang jika nantinya ternak yang telah berkembang dijual setelah ada hasil yang memadai. Semua keputusan itu menjadi hak kelompok untuk mengatur sesuai dengan kebutuhan bersama,” pungkas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (Suhairi).
Tim berharap kelompok ternak dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh anggota serta menjadi contoh bagi kelompok lain di wilayah sekitar.***
Penulis : Sunardi
Editor : Redaksi















