Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa gelombang perubahan besar pada lanskap media global. Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT.BNSP., CPCT., mengeluarkan imbauan keras kepada segenap insan pers di tanah air untuk segera melipatgandakan semangat belajar dan beradaptasi agar eksistensi profesi tidak tergilas zaman.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wahyudi saat menerima kunjungan sejumlah pemimpin redaksi media di kediamannya, Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).

Wahyudi, yang telah lebih dari 40 tahun menekuni dunia jurnalistik sekaligus menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru, menilai bahwa teknik jurnalistik dalam lima tahun terakhir telah mengalami lompatan eksponensial yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Kehadiran generative AI kini menuntut standardisasi keahlian baru bagi seorang jurnalis.

“Kita sedang menghadapi titik balik sejarah pers. Saat ini telah terjadi pergeseran metodologi kerja yang sangat masif. Pilihan kita hanya dua: beradaptasi dengan belajar lebih giat untuk menguasai teknologi ini, atau menolak berubah lalu perlahan-lahan tergilas dan hilang dari industri,” ujar tokoh yang juga dikenal produktif sebagai penulis belasan buku jurnalistik tersebut di hadapan para pemred.

Wahyudi menjabarkan bahwa aspek mendesak yang harus segera dikuasai oleh para jurnalis saat ini meliputi literasi perangkat AI (prompt engineering), metode verifikasi tingkat lanjut (advanced fact-checking), serta pemahaman komprehensif terhadap regulasi pers digital. Kendati demikian, ia mengingatkan agar adopsi teknologi ini tidak melanggar rambu-rambu etis.

Baca Juga:  Wahyudi El Panggabean Minta Pers Hormati Proses Pengadilan Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Riau, Abdul Wahid

“AI mutlak diposisikan sebagai instrumen akselerasi riset, seperti merangkum dokumen hukum yang tebal atau memetakan big data. Namun, jurnalis tidak boleh malas. Hasil olahan mesin wajib diuji akurasinya karena AI rawan mengalami halusinasi informasi. Jangan sampai proses penyuntingan kehilangan prinsip human oversight atau pengawasan manusia,” tegas praktisi senior yang telah melatih ribuan jurnalis lewat PJC selama dua dekade terakhir ini.

Lebih lanjut, berbekal pengalamannya yang matang di dunia pers dan hukum, Wahyudi menggarisbawahi bahwa secanggih apa pun algoritma AI, ada batas-batas humanis dalam profesi pers yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh baris kode komputer.

“Mesin tidak dibekali nurani, tidak memiliki kode etik, dan tidak mempunyai hunting instinct atau naluri berburu berita di lapangan. AI tidak akan pernah bisa membangun hubungan emosional yang intim dengan narasumber saat wawancara mendalam (in-depth interview). Keunggulan otentik manusia itulah yang harus kita pertajam,” tambahnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Wahyudi mendesak seluruh perusahaan pers dan lembaga pelatihan untuk segera merevitalisasi kurikulum pendidikan jurnalistik mereka agar selaras dengan kebutuhan era disrupsi. Sinergi antara kecakapan teknologi dan integritas moral dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi.***

Penulis : Drs. W.p

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dirut Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT.BNSP., CPCT.,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa
KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan
PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok
Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026
INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN
MASIH INGAT KASUS PELECEHAN & PENGANIAYAAN KARYAWAN KOPERASI DI TANGERANG? HARI INI SIDANG PERDANA!
Sengketa Lahan 700 Hektare Berlangsung Sejak 1996, KTPMI Duduki Lahan di Tanjung Mulia
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Labuhanbatu, Bupati Maya Hasmita Bacakan Pidato Menpora Erick Thohir Tekankan Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Bersih, Pemkab Labuhanbatu Evaluasi MCSP-RBS KPK RI 2026 Sektor Pengadaan Barang dan Jasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:28 WIB

KPK Ungkap Perkara Cukai Seret PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:22 WIB

PT. Djarum Angkat Bicara Usai KPK Geledah Kantor Terkait Cukai Rokok

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Melalui Perbup No.26 Tahun 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:03 WIB

INSAN PERS DI PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU TIDAK TEBANG PILIH TERHADAP WARTAWAN

Berita Terbaru