Banda Aceh, CyberXpost.com – Di tengah duka akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Pimpinan Media RI Group sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Provinsi Aceh, Dimas KHS AMF, menyampaikan permohonan maaf sekaligus keprihatinan mendalam kepada seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IWOI yang terdampak musibah tersebut.
Sejak bencana mulai terjadi hingga awal Desember 2025, Dimas mengungkapkan telah berupaya melakukan berbagai langkah untuk membantu para pengurus IWOI di daerah terdampak, meliputi Kabupaten Bireuen, Aceh Utara/Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Aceh Tenggara. Namun demikian, ia mengakui bahwa upaya tersebut belum dapat berjalan secara optimal.
Hambatan utama yang dihadapi adalah padamnya aliran listrik di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sejak akhir November hingga pertengahan Desember. Kondisi ini berdampak langsung pada lumpuhnya jaringan seluler, sehingga proses komunikasi dan koordinasi bantuan menjadi sangat terbatas.
Meski berada dalam situasi serba sulit, Dimas menegaskan bahwa dirinya tidak menyerah. Ia terus berupaya mencari solusi agar bantuan dapat segera disalurkan kepada para pengurus IWOI yang terdampak.
Ia juga membuka ruang solidaritas dengan mengajak seluruh keluarga besar Ikatan Wartawan Online Indonesia di tingkat pusat maupun daerah untuk turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Dalam siaran pers yang disampaikan pada Minggu (21/12/2025), Dimas menyampaikan rasa duka yang ia rasakan secara pribadi.
“Secara pribadi, saya merasa sangat sedih karena hingga saat ini belum mampu berbuat banyak untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita sesama pengurus IWOI di Provinsi Aceh, seperti DPD Bireuen, Aceh Utara/Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, bulan Desember sejatinya menjadi momentum istimewa bagi Harian-RI.com yang genap berusia empat tahun dan biasanya diisi dengan kegiatan bakti sosial. Namun, seiring terjadinya bencana yang menimpa Aceh dan para pengurus IWOI, agenda tersebut dialihkan sepenuhnya untuk membantu korban banjir dan longsor.
“Seluruh ikhtiar telah kami lakukan. Namun, padamnya listrik dan terputusnya jaringan seluler sejak 26 November hingga 15 Desember menjadi kendala serius dalam komunikasi serta distribusi informasi,” tambah Dimas.
Lebih jauh, Dimas menilai musibah ini sebagai ujian berat, tidak hanya bagi masyarakat Aceh, tetapi juga bagi keluarga besar Ikatan Wartawan Online Indonesia di provinsi tersebut. Kendati demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus berupaya agar bantuan dapat segera disalurkan kepada para pengurus yang terdampak.
Di akhir pernyataannya, Dimas menyampaikan pesan penguatan dan solidaritas. “Saya berharap kepada seluruh pengurus IWOI di Provinsi Aceh yang sedang tertimpa musibah agar tetap semangat, tabah, dan sabar dalam menghadapi ujian ini. Tetaplah menjalankan tugas sebagai jurnalis yang profesional dan terpercaya.
Saya juga mengajak seluruh pengurus IWOI, baik di Aceh maupun di seluruh Indonesia, dari tingkat DPP, DPW, hingga DPD, untuk bersama-sama saling bahu-membahu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh,” tutup Dimas.**















