LABUHANBATU, Cyberxpost.com – Warga Dusun Firdaus, Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu mengeluhkan kondisi jalan rusak dan pencemaran asap akibat pembakaran sisa jangkos sawit di area pemukiman. Mereka mendesak Kepala Desa H. Suprianto segera mengambil tindakan tegas.
Warga mengeluhkan dua hal utama: kerusakan jalan Simpang Rintis akibat aktivitas truk pengangkut sawit dan pembakaran sisa jangkos serta sampah di pemukiman yang menimbulkan asap pekat dan memicu penyakit ISPA.
Pelaku keluhan adalah warga Dusun Firdaus, Desa Lingga Tiga. Sasaran keluhan ditujukan kepada seorang pengusaha sawit berinisial Sutrisno dan kepada Kepala Desa Lingga Tiga, H. Suprianto. Informasi disampaikan warga kepada awak media saat investigasi, Jumat 28/8/2026.
Lokasi kejadian di Dusun Firdaus, tepatnya di Jalan Simpang Rintis, Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Keluhan ini mencuat pada Jumat, 28 Agustus 2026. Menurut warga, kerusakan jalan dan pembakaran jangkos sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah belakangan ini.
Warga menyebut jalan rusak karena sering dilalui mobil Dam truk milik pengusaha untuk mengangkut jangkos dan brondolan sawit tanpa ada perawatan. Sementara pembakaran dilakukan di pemukiman karena sisa jangkos dari PKS Lingga Tiga dan Negeri Lama dicincang di lokasi tersebut. Asap masuk ke rumah warga dan saat hujan halaman menjadi becek.
Dampaknya, anak-anak dan lansia mengalami gangguan pernapasan akibat asap. Akses jalan yang dulu bagus kini rusak parah dan tidak pernah diperbaiki meski sudah diadukan berkali-kali. Warga juga kecewa karena lapangan kerja yang dulu dibuka untuk umum kini hanya diberikan ke orang-orang terdekat pengusaha.
“Yang paling bikin kesal, dia bakar sisa jangkos dan sampah di pemukiman warga, BUKAN di perladangan! Asapnya pekat betul, masuk ke rumah-rumah kami. Anak-anak, orang tua, semua kena,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Warga berharap Kades H. Suprianto menegur pengusaha, memberi efek jera, memperbaiki jalan, dan melarang pembakaran jangkos di pemukiman.
“Kami bukan mau bermusuhan. Cuma mau saling menghargai, dia cari nafkah, kami juga butuh udara bersih dan jalan yang layak,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Lingga Tiga H. Suprianto dan pengusaha yang dimaksud belum dapat dikonfirmasi.
Penulis: Ravika















