Labuhanbatu | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Labuhanbatu Utara Warga Desa Aek Kota Batu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kini benar-benar berada dalam kekhawatiran mendalam. Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di wilayah mereka kian hari kian merajalela, bahkan beroperasi tidak jauh dari Sekolah Aek Kota Batu dan pemukiman warga — tepat di bawah hidung aparat penegak hukum!
PERTANYAAN BESAR WARGA: KENAPA RDH MASIH BEBAS?
Yang paling membuat warga gelisah dan bingung adalah sosok yang diduga sebagai bandar utama, RDH. Namanya sudah berulang kali diberitakan di berbagai media dalam beberapa pekan terakhir, namun hingga hari ini beliau masih santai berkeliaran, tetap eksis, dan lancar menjalankan bisnis haramnya.
“Sering kali media bertanya, kami sudah lapor, sudah berikan informasi. Tapi hasilnya? Nihil! Mereka tetap aman, tetap berjualan terang-terangan. Ada apa sebenarnya di sini? Kok narkoba di wilayah kami ini seakan kebal hukum?” — ujar seorang warga yang tak mau namanya disebut, dengan nada frustrasi.
WARGA MULAI GEMBRIS, JANGAN SAMPAI AMBIL TINDAKAN SENDIRI!
Kekecewaan warga sudah menumpuk setinggi langit. Jika aparat terus berdiam diri, warga mengancam tidak akan diam selamanya:
“Jangan salahkan jika suatu hari nanti masyarakat yang ambil tindakan tegas sendiri! Kami ingin berserah pada kepolisian, kami ingin wilayah kami bersih dari narkoba. Tapi kalau hanya diam saja… jangan tanya apa yang akan terjadi selanjutnya!”
DESAKAN KERAS KEPADA APH
Masyarakat dengan ini mendesak keras kepada Kapolsek Kota Batu dan Kapolres Labuhanbatu Utara:
– Segera tangkap bandar narkoba yang diduga RDH beserta jaringannya!
– Buktikan bahwa hukum berlaku sama untuk semua orang — tidak ada yang kebal!
– Bersihkan titik peredaran yang sudah lama menjadi sarang ini, terutama yang dekat dengan sekolah dan anak-anak!
“Kami ingin bebas dari narkoba. Semua itu tergantung kepolisian — ambillah langkah nyata, bukan sekadar janji manis. Generasi muda kami sedang dihancurkan setiap harinya. Berapa lama lagi kami harus menunggu?” — pungkas warga dengan mata berkaca-kaca.***
Penulis : RAPIKA/TIM
Editor : Redaksi















