Gasing yang Berputar, Budaya yang Bertahan: Bantan Sari Merawat Warisan Melayu Riau

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks foto; Di bawah tenda sederhana, tradisi Melayu kembali berputar menjadi saksi kebersamaan, ketangkasan, dan ikhtiar masyarakat menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus perubahan zaman, Jumat (9/1/2026).

i

Teks foto; Di bawah tenda sederhana, tradisi Melayu kembali berputar menjadi saksi kebersamaan, ketangkasan, dan ikhtiar masyarakat menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus perubahan zaman, Jumat (9/1/2026).

Bantan Sari, CyberXpost.com – Ketika gasing kayu dilepaskan dan berputar di tanah lapang Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Jum’at (9/1/2026), waktu seolah ikut berputar bersamanya.

Denting kayu yang saling beradu terdengar sederhana, namun di sanalah ingatan kolektif tentang adat, nilai, dan jati diri Riau kembali dipanggil. Bunyi itu bukan sekadar penanda dimulainya sebuah perlombaan. Ia adalah pesan lirih yang tegas, tradisi belum selesai, budaya belum padam.

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Melayu Riau masih menjaga keseimbangan seperti gasing yang terus berputar selama ia dijaga dengan ketekunan.

Putaran demi putaran gasing pun menandai dibukanya Open Turnamen Seni Gasing Piring Se-Provinsi Riau, sebuah perhelatan budaya yang merajut masa lalu, masa kini, dan harapan masa depan. Di Bantan Sari, tradisi tidak sekadar dipertontonkan, melainkan dirayakan sebagai identitas bersama yang hidup, dan terus diwariskan.

Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, secara resmi membuka kegiatan tersebut di lapangan terbuka Desa Bantan Sari.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa turnamen gasing bukan sekadar agenda budaya, melainkan bagian dari kesadaran kolektif untuk membangun Kabupaten Bengkalis yang bermartabat, maju, dan sejahtera, berlandaskan nilai agama serta kearifan lokal

“Gasing bukan hanya permainan rakyat. Di dalamnya tersimpan filosofi keseimbangan, ketelitian, ketangkasan, dan sportivitas. Nilai-nilai ini telah membentuk karakter masyarakat Bengkalis dan Riau lintas generasi,” ujar Johansyah, disambut tepuk tangan masyarakat dan peserta yang memenuhi arena.

Momentum pembukaan turnamen ini juga bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-12 Desa Bantan Sari. Johansyah menilai, usia yang relatif muda justru menjadi energi untuk terus tumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi daerah.

“Semoga Desa Bantan Sari terus berkembang menjadi desa yang bermarwah, maju, dan sejahtera, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Bantan dan Kabupaten Bengkalis,” tuturnya.

Turnamen gasing piring ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau, di antaranya Kabupaten Kepulauan Meranti, Siak, dan Kota Dumai. Sejak pagi hari, Desa Bantan Sari menjelma menjadi ruang perjumpaan budaya yang hangat tempat dialek, senyum, dan semangat bersatu dalam kebersamaan yang alami.

Lebih jauh, Johansyah menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan pemersatu sosial sekaligus sarana pendidikan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Malam Puncak Helat Ke-26 Kabupaten Pelalawan Berlangsung Meriah, Antusiasme Masyarakat Menghadiri Acara Sampai Selesai.

“Selama gasing terus berputar, ia akan tetap seimbang. Namun ketika berhenti bergerak, ia akan jatuh. Filosofi ini mengajarkan kita bahwa pembangunan baik di tingkat desa, kabupaten, maupun provinsi, menuntut seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak dan berkontribusi,” ujarnya dengan nada reflektif.

Ia juga mendorong agar seni dan permainan tradisional seperti gasing piring dikembangkan secara berkelanjutan, termasuk melalui kompetisi antar pelajar tingkat SD dan SMP. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sejak dini, agar warisan leluhur tidak terputus oleh zaman.

Menutup sambutannya, Johansyah menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, pemerintah desa, serta masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan turnamen tersebut.

“Sebagaimana tema kegiatan ini, Segenggam Kayu Mempererat Silaturahmi, mari kita pastikan putaran gasing budaya ini terus berlanjut, demi Riau yang berakar kuat dan melangkah percaya diri ke masa depan,” katanya.

Sementara itu, Camat Bantan, Rafli Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Bantan Sari sebagai tuan rumah turnamen gasing piring tingkat provinsi. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menghidupkan kembali permainan tradisional, tetapi juga menegaskan identitas budaya masyarakat pesisir Bengkalis.

“Bagi kami, ini adalah kebanggaan. Turnamen gasing menjadi ruang silaturahmi, pendidikan budaya, sekaligus bukti bahwa desa-desa di Kecamatan Bantan mampu menjadi pusat kegiatan budaya berskala provinsi,” ujar Rafli, seraya berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkesinambungan.

Di lokasi yang sama, Penjabat Kepala Desa Bantan Sari, Gunondo, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya. Ia menilai turnamen ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga amanah besar bagi masyarakat setempat.

“Ini bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah wujud kebersamaan masyarakat Desa Bantan Sari. Kami berharap turnamen gasing piring ini mempererat persaudaraan, mengangkat potensi budaya lokal, serta menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan merawat warisan leluhur,” ungkapnya.

Gunondo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Kecamatan Bantan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap, ke depan, Desa Bantan Sari semakin dikenal sebagai desa yang aktif, berbudaya, dan memiliki daya saing sebuah desa kecil dengan pesan budaya yang bergema luas.**

Penulis; Wapemred

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minggu Kasih: Polda Riau dan Polresta Pekanbaru Serahkan Bibit Pohon Kepada Tokoh Gereja di Kecamatan Tenayan Raya Kelurahan Tuah Negeri
Peringati Hari Guru, SDN 143 Pekanbaru Adakan Kolaborasi Seni Antara Siswa
Perkuat Karakter Melayu Dengan Busana Adat, Barisan Muda LMB Nusantara Gelar Lomba Penampilan Baju Adat
Sekjen IPPMKG Desak Menteri Kehutanan Transformasi Hutan Desa Simpang Gaung Jadi Hutan Kemasyarakatan
Malam Puncak Helat Ke-26 Kabupaten Pelalawan Berlangsung Meriah, Antusiasme Masyarakat Menghadiri Acara Sampai Selesai.
Meriahkan HUT Ke 26 Kuansing, 75 Pacu Jalur Siap Bertarung di Hari Pertama Tepian Narosa Teluk Kuantan.
SMA Negeri 01 Lahewa Nias Utara Komitmen Memberikan Pendidikan Berkualitas Pada Siswa.
Pawai Akbar Meriahkan HUT RI ke-80 di SDN 49 Mandau, Batin Betuah Dimeriahkan Reok dan Pakaian Adat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:30 WIB

Gasing yang Berputar, Budaya yang Bertahan: Bantan Sari Merawat Warisan Melayu Riau

Minggu, 30 November 2025 - 10:38 WIB

Minggu Kasih: Polda Riau dan Polresta Pekanbaru Serahkan Bibit Pohon Kepada Tokoh Gereja di Kecamatan Tenayan Raya Kelurahan Tuah Negeri

Rabu, 26 November 2025 - 16:18 WIB

Peringati Hari Guru, SDN 143 Pekanbaru Adakan Kolaborasi Seni Antara Siswa

Sabtu, 1 November 2025 - 02:01 WIB

Perkuat Karakter Melayu Dengan Busana Adat, Barisan Muda LMB Nusantara Gelar Lomba Penampilan Baju Adat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 04:38 WIB

Sekjen IPPMKG Desak Menteri Kehutanan Transformasi Hutan Desa Simpang Gaung Jadi Hutan Kemasyarakatan

Berita Terbaru

Berita

Pemkab Labuhanbatu Siap Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Sabtu, 20 Jun 2026 - 13:15 WIB