INDODAX: DCA Bantu Investor Meredam Risiko Volatilitas Pasar Kripto

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Di tengah pergerakan pasar kripto yang cenderung bergerak dalam rentang terbatas atau sideways dalam beberapa waktu terakhir, strategi investasi berbasis konsistensi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) kembali menjadi relevan, khususnya bagi investor pemula yang ingin membangun portofolio secara bertahap tanpa harus terpengaruh oleh volatilitas jangka pendek.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menyampaikan bahwa kondisi pasar seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur.

“Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, banyak investor cenderung wait and see atau bahkan mencoba menebak titik terendah. Padahal, strategi seperti Dollar Cost Averaging dapat menjadi pendekatan yang lebih realistis, karena tidak bergantung pada market timing.

Dengan pendekatan ini, investor justru berpeluang mengakumulasi aset lebih optimal saat harga terkoreksi, sehingga portofolio dapat lebih siap ketika pasar kembali bullish serta investor dapat masuk ke pasar secara konsisten tanpa tekanan emosional yang berlebihan,” ujar Antony.

Dollar Cost Averaging (DCA) merupakan strategi investasi di mana investor membeli aset secara rutin dengan jumlah yang sama dalam periode tertentu, tanpa bergantung pada kondisi harga.

Pendekatan ini memungkinkan investor mengakumulasi aset secara bertahap sekaligus membantu meredam dampak fluktuasi harga.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa strategi ini dapat membantu investor pemula dalam mengelola risiko. Saat harga turun, investor berpotensi memperoleh aset dalam jumlah lebih banyak, sementara saat harga naik, pembelian tetap berjalan dengan jumlah yang lebih kecil.

Baca Juga:  Sekolah Dasar Negeri 27 Pekanbaru Peringati HAN Ke-42: Komitmen Lindungi Anak Bangun Masa Depan

Mekanisme ini secara alami dapat membantu menciptakan rata-rata harga beli yang lebih seimbang sekaligus membuka potensi pertumbuhan portofolio dalam jangka panjang.

Selain itu, DCA juga dapat membantu membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin serta mengurangi kecenderungan pengambilan keputusan berbasis emosi, yang sering menjadi tantangan bagi investor pemula.

Namun demikian, Antony mengingatkan bahwa strategi ini tetap memiliki risiko dan perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing investor.

“Dollar Cost Averaging (DCA) dapat membantu para investor dalam mengelola risiko volatilitas, tetapi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Investor tetap perlu menggunakan dana dingin dan memastikan strategi yang digunakan sesuai dengan profil risiko masing-masing,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan strategi ini, investor disarankan untuk:

1. Menentukan alokasi dana secara rutin dan konsisten

2. Menghindari keputusan berdasarkan emosi atau FOMO

3. Melakukan evaluasi portofolio secara berkala

Sering meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, edukasi mengenai strategi investasi yang tepat menjadi semakin penting. INDODAX terus mendorong literasi melalui berbagai kanal edukasi, termasuk INDODAX Academy, guna membantu pengguna memahami dinamika pasar dan menentukan strategi yang sesuai dengan tujuan investasi mereka.

Selain itu, Sebagai crypto exchange yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, INDODAX berkomitmen untuk menghadirkan ekosistem investasi yang aman, transparan, dan edukatif.

Melalui pendekatan ini, INDODAX berharap dapat mendukung pertumbuhan investor kripto yang lebih bijak dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.

Penulis : Team

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjemput Aspirasi Warga, Anggota DPRD Provinsi Riau Mengelar Reses di Kulim Pekanbaru
Galian C Tanah Urung Ilegal Di Langgini Masih Lancar Beroperasional Tanpa Tersentuh Hukum
GMPKK Kepulauan Nias Berikan Kepercayaan Kepada Kanit PPA dan Penyidik Baru, Berharap Kasus Pembunuhan Agnis Jance Zebua Segera Terungkap
Disnaker Kabupaten Pelalawan Terbitkan Anjuran Atas Perselisihan PHK (Galiduhu Buulolo) Dengan PT Inti Indosawit Subur (IIS) Ukui
Rekor MURI 10.080 Bertanjak Siap Diwujudkan, Kodam XIX / Tuanku Tambusai Dukung Kenduri Akbar Melayu Nusantara
IMELDA SAMSI SE Resmi Di Berhentikan, DPP GRIB JAYA Memperkuat Pernyataan DPD GRIB JAYA Riau
HAK JAWAB Atau SANGGAHAN RESMI
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara: JPU KPK Masih Pikir-Pikir
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Menjemput Aspirasi Warga, Anggota DPRD Provinsi Riau Mengelar Reses di Kulim Pekanbaru

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:10 WIB

Galian C Tanah Urung Ilegal Di Langgini Masih Lancar Beroperasional Tanpa Tersentuh Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:15 WIB

GMPKK Kepulauan Nias Berikan Kepercayaan Kepada Kanit PPA dan Penyidik Baru, Berharap Kasus Pembunuhan Agnis Jance Zebua Segera Terungkap

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:12 WIB

Disnaker Kabupaten Pelalawan Terbitkan Anjuran Atas Perselisihan PHK (Galiduhu Buulolo) Dengan PT Inti Indosawit Subur (IIS) Ukui

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:46 WIB

Rekor MURI 10.080 Bertanjak Siap Diwujudkan, Kodam XIX / Tuanku Tambusai Dukung Kenduri Akbar Melayu Nusantara

Berita Terbaru