Diduga Abai, Pencemaran Air PDAM Lahewa Berujung Tutupnya Dapur MBG

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Utara | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Krisis air bersih di Kecamatan Lahewa memanas. Pencemaran air PDAM Tirtanadi Unit Lahewa yang pertama kali terjadi pada Maret 2026 dan kembali terulang 16 April 2026, kini berdampak langsung pada penghentian operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional resmi menghentikan sementara Dapur MBG di Lahewa per 25 April 2026 melalui surat Nomor 1946/D.TWS/04/2026, salah satunya karena laporan dugaan pencemaran sumber air minum PDAM.

Atas pencemaran ini, ratusan warga yang tergabung dalam Gema Nias Utara menggelar aksi di kantor PDAM Tirtanadi Unit Lahewa dan Kantor Camat Lahewa. “Ironisnya, saat aksi tidak ada satu pun perwakilan dari Pemkab yang hadir memberi penjelasan. Dari sini terlihat ketidakseriusan pemerintah menemukan penyebab pencemaran,” tegas Aris Harefa, perwakilan Gema Nias Utara.

*Pengambilan Sampel Dinilai Janggal*

Puncak kekecewaan warga terjadi saat Dinas Lingkungan Hidup Nias Utara menggelar pengambilan sampel air limbah SPPG pada 28 April 2026, sehari setelah aksi damai Gema Nias Utara pada 27 April. Surat permohonan pendampingan Nomor 000/92/DLH/2026 itu menyasar SPPG Fadorositolu Hili dan SPPG Pasar Lahewa.

“Ini bukan untuk menangani pencemaran air PDAM, tapi untuk urusan dapur MBG yang sudah dihentikan BGN. Pemerintah seperti sengaja membiarkan rakyat menderita tanpa solusi air bersih,” kata Aris.

Kejanggalan lain disorot: tim ahli yang hadir dalam pengambilan sampel disebut didanai pemilik SPPG, bukan pemerintah. “Patut kita curigai ada permainan antara pemerintah dan yayasan pengelola Dapur MBG,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pemkab Bengkalis Dukung Rencana Pembangunan Lapas Narkotika di Duri

*Sampel Diambil dari IPAL Baru yang Sementara Sudah diberikan pemberhentian sementara Beroperasi*

Aris mempertanyakan validitas sampel yang diambil. IPAL yang diperiksa adalah instalasi baru yang sedang dikerjakan, sebagaimana terlihat dari postingan FB staf Kantor Camat Lahewa berinisial MB pada 22 April 2026. Sementara IPAL lama yang dulu jadi tempat pembuangan akhir limbah, tidak diperiksa.

“Darimana ada limbah di IPAL yang hari ini diperiksa sementara Dapur MBG sudah dihentikan? Dapur tidak operasi, limbah tidak ada,” ujar Aris penuh tanya.

Ia juga meragukan apakah tim DLH sudah memastikan IPAL baru itu benar-benar berfungsi. “Saya tidak tahu apakah tim yang diundang sudah mengecek IPAL baru ini bisa dioperasikan atau tidak.”

*Tuntut Transparansi*

Gema Nias Utara menyatakan meragukan hasil uji laboratorium dari sampel yang diambil 28 April 2026. “Ini bukan hasil uji akhir limbah dari IPAL yang selama ini dipakai Yayasan pengelola MBG,” tegas Aris.

Hingga kini, warga Lahewa masih belum mendapat kepastian kapan pasokan air bersih PDAM Tirtanadi Unit Lahewa kembali normal. Gema Nias Utara mendesak Pemkab Nias Utara transparan mengungkap penyebab pencemaran dan serius menangani krisis air, bukan hanya fokus pada persoalan Dapur MBG.***

Penulis : Sg

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan May Day SPSI Riau Tahun Ini Diadakan di Lokasi MTQ Kota Pekanbaru, Dihadiri Hampir 1500 Buruh
Penasihat Khusus Presiden RI Bidang ESDM Buka Musdalub dan Pelantikan AKPERSI Sumsel 2026–2031
Rutan Dumai Gelar Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62
PT. Musim Mas Kolaborasi Bersama Polres Pelalawan Perkuat Green Policing
Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau
Menyorot Kasus MBG: Nyawa Anak Jadi Taruhan, Orang Tua Desak Penutupan Permanen Dapur SPPG
Pengelola Pasar Kodim Senapelan Mewajibkan Pembayaran Ulang Pembangunan Lapak, Pedagang Menjadi Resah
Ketua DPC AKPERSI Labuhanbatu Raya Angkat Bicara Terkait Pemberitaan Kipas Angin 12 Unit Diduga Fiktif Di Kec. Bilah Barat
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:47 WIB

Perayaan May Day SPSI Riau Tahun Ini Diadakan di Lokasi MTQ Kota Pekanbaru, Dihadiri Hampir 1500 Buruh

Rabu, 29 April 2026 - 13:40 WIB

Diduga Abai, Pencemaran Air PDAM Lahewa Berujung Tutupnya Dapur MBG

Selasa, 28 April 2026 - 22:19 WIB

Penasihat Khusus Presiden RI Bidang ESDM Buka Musdalub dan Pelantikan AKPERSI Sumsel 2026–2031

Senin, 27 April 2026 - 18:57 WIB

Rutan Dumai Gelar Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

Senin, 27 April 2026 - 16:39 WIB

PT. Musim Mas Kolaborasi Bersama Polres Pelalawan Perkuat Green Policing

Berita Terbaru