Labuhanbatu, Cyberxpost.com | 25 Juni 2026, Peredaran dan penyalahgunaan narkotika diduga semakin berkembang tanpa hambatan di wilayah Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Masyarakat menyampaikan keresahan mendesak dan meminta pihak kepolisian segera bertindak menangkap jaringan bandar narkoba yang diduga dikendalikan oleh seseorang yang dikenal dengan panggilan SRY atau Samplok.
Berdasarkan informasi yang beredar, jaringan ini diduga menjalankan aksinya dengan pola yang teratur: menggunakan sistem COD atau pengantaran langsung, melibatkan sejumlah orang sebagai kurir lapangan. Tidak jarang pula menurut pengakuan warga, pelaku yang disapa Samplok ini beroperasi secara sendirian. Yang menjadi perhatian utama, ia dinilai sangat pandai dan lihai mengelabui pengawasan aparat penegak hukum (APH) serta pihak media, sehingga bisa terus eksis dan merasa aman menjalankan bisnis haramnya selama ini.
Keresahan warga semakin memuncak karena aktivitas itu dinilai berjalan bebas tanpa terdeteksi atau ditindak tegas oleh jajaran Polres Labuhanbatu. Publik pun mempertanyakan, apakah peredaran narkoba ini benar-benar tidak tercium keberadaannya, atau justru dibiarkan berlangsung lama hingga pelakunya terasa semakin berani, tidak merasa takut, dan seolah-olah kebal terhadap hukum.
Seorang warga perempuan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya mendalam. Ia menyebutkan bahwa suaminya sendiri sudah menjadi korban penggunaan sabu-sabu bahkan tidak perduli kepada keluarga dan jadi berubah berfikir untuk anak -anaknya demi kecanduan narkoba untuk dirinya, hingga kini sudah menjamur luas di lingkungan tempat tinggalnya. Menurut pengamatannya, sosok yang dituduh sebagai bandar itu terkesan beroperasi secara terorganisir, profesional, dan sangat licin menghindari setiap upaya pengawasan.
Sumber lain yang dihubungi media juga menyampaikan informasi bahwa jaringan ini diduga merupakan pecahan dari kelompok peredaran narkoba yang sebelumnya diduga dipimpin oleh Az dan Zk yang juga dikenal sebagai bandar yang terampil. Hingga saat ini, masih banyak titik lokasi di wilayah itu yang dijadikan tempat peredaran barang haram tersebut, dan aktivitasnya berjalan seolah aman dan kondusif, “seperti menjual kacang goreng”, ujarnya dengan nada penuh kekecewaan.
Menyikapi situasi ini, masyarakat berharap agar Kapolres Labuhanbatu segera mengambil langkah tegas, cepat, dan transparan. Mereka mendesak agar jaringan ini dibongkar secara menyeluruh, para pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum, sehingga ketertiban, keamanan, serta masa depan generasi di wilayah Desa Sei Kasih dapat dipulihkan kembali.
Penulis berita: Ravika















