Bahaya Politik Adu Domba Ditengah Memanasnya Gerakan Masyarakat Untuk Menutup Pabrik TPL

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toba | cyberxpost.com – Politik Adu Domba (divide et impera) merupakan bentuk manuver politik dengan penekanan pada klaster sosial. Sering kali muncul dari pihak atau kelompok elit (karena mereka mempunyai daya dalam menjalankan strategi politiknya) untuk memecah belah suatu komunitas, kelompok, atau tatanan masyarakat kecil dengan tujuan masyarakat/kelompok kecil tersebut tidak menjadi besar untuk mengurangi ancaman bagi mereka kedepannya.

Atmosfer gerakan yang digaungkan masyarakat Toba baik dari daerah di sekitar kawasan TPL yang terdampak langsung, maupun dari aliansi masyarakat Toba yang berada di luar daerah terus berdatangan.

Namun ditengah perjuangan masyarakat untuk mendapatkan dukungan dalam hal menuntut dan menutup TPL, masih banyak pihak pihak yang menganggap gerakan ini sebagai gerakan yang sia sia, bahkan tak sedikit dari masyarakat secara pribadi menyampaikan dukungan nya kepada perusahaan yang terafiliasi dengan April group tersebut.

Dukungan yang diberikan dari pihak pihak tertentu ini bagai perlawanan yang mematikan bagi gerakan Masyarakat yang sudah mulai kuat dan kokoh, alih alih bersatu, mereka menganggap TPL sebagai perusahaan yang menghidupi keluarga nya dengan memberikan mereka pekerjaan, polemik ini semakin memanas dikarenakan banyak pihak yang ingin menutup TPL ini merasa sangat marah dengan pernyataan tersebut yang tidak mengedepankan azas kepentingan bersama melainkan kepentingan pribadi.

Baca Juga:  Menjaga Ketersediaan BBM, Pemkab Bengkalis Instruksikan SPBU Utamakan Masyarakat

Praktik-praktik seperti ini tentunya menimbulkan persentase perpecahan masyarakat yang relatif tinggi karena semua pihak saling beradu argumen dengan strategi yang tidak mendasar (bahkan menjurus kepada praktik-praktik negative “Adu Domba”)

Hal ini mengakibatkan iklim yang tidak kondusif karena akan terjadi pengkhianatan yang dapat menyebabkan perpecahan kelompok Masyarakat.

Gerakan dukungan terhadap TPL ini semakin masif dan tersebar dimana mana, bahkan pada hari rabu 29 Oktober, massa aksi yang mengatasnamakan mereka sebagai pendukung TPL terang terangan melakukan aksi demo terhadap efhorus di tarutung, dalam tuntutan aksi mereka meminta agar efhorus saat ini diganti karena telah memberikan pernyataan yang mengadu domba yang menginginkan TPL agar segera ditutup untuk karena terlalu banyak merugikan masyarakat.

Menurut pengamatan di lapangan, saat ini masyarakat benar benar telah diadu domba oleh perusahaan TPL , mereka menjadikan masyarakat sebagai pekerja mereka dan sebagai tameng mereka, alhasil ketika massa aksi melakukan demo penutupan TPL, mereka akan dihadapkan dengan masyarakat sekitar, sehingga timbul perpecahan yang luar biasa.

 

Editor: Ridho Sitorus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertahankan Tanah Ulayat, Masyarakat Adat Dayak Jonggon Desa Diusir Oknum Brimob dengan Anarkis
Diduga Terjadi Rangkap Jabatan Ketua BPD Desa Marao, Masyarakat Minta Klarifikasi dan Penegakan Aturan
Penambangan Ilegal Milik H JMR Tetap Beraktivitas Bebas Seakan Kebal Hukum
Opini Hukum Administrasi Negara: Mewujudkan Pemerintahan Yang Tertib dan Akuntabel
Super Grasstrack Open 2026 Muratara Berlangsung Meriah, Pembalap Nasional dan Lokal Adu Gengsi di Sirkuit Pratama
MTQ ke-X Muratara Dibuka, 218 Peserta Siap Beradu Prestasi
Berlangsung Sukses Selama 5 Hari, Wabup Tutup MTQ Ke-X Tingkat Kabupaten Muratara 2026
Marak Nomor CS Palsu dan Phishing, Catat Nomor Resmi CS INDODAX
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:16 WIB

Pertahankan Tanah Ulayat, Masyarakat Adat Dayak Jonggon Desa Diusir Oknum Brimob dengan Anarkis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:06 WIB

Diduga Terjadi Rangkap Jabatan Ketua BPD Desa Marao, Masyarakat Minta Klarifikasi dan Penegakan Aturan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:16 WIB

Penambangan Ilegal Milik H JMR Tetap Beraktivitas Bebas Seakan Kebal Hukum

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:07 WIB

Opini Hukum Administrasi Negara: Mewujudkan Pemerintahan Yang Tertib dan Akuntabel

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:22 WIB

Super Grasstrack Open 2026 Muratara Berlangsung Meriah, Pembalap Nasional dan Lokal Adu Gengsi di Sirkuit Pratama

Berita Terbaru