Jalan Badak Rusak dan Rumah Retak akibat Truk ODOL Batubara, Kadis Dishub Pekanbaru Belum Buka Suara

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks foto; Kondisi Jalan Badak, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, yang rusak akibat lalu lalang truk ODOL pengangkut batubara. Warga juga mengeluhkan dinding rumah retak karena getaran kendaraan bertonase besar tersebut, sementara Kadis Dishub Pekanbaru belum memberikan tanggapan resmi, Jumat (24/4/2026).

i

Teks foto; Kondisi Jalan Badak, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, yang rusak akibat lalu lalang truk ODOL pengangkut batubara. Warga juga mengeluhkan dinding rumah retak karena getaran kendaraan bertonase besar tersebut, sementara Kadis Dishub Pekanbaru belum memberikan tanggapan resmi, Jumat (24/4/2026).

Pekanbaru, CyberXpost.com Lalu lalang truk tronton pengangkut batubara di Jalan Badak, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, tak lagi sekadar menjadi rutinitas harian yang biasa dilihat warga. Di balik deru kendaraan bertonase besar itu, tersimpan keresahan yang terus membesar, jalan cepat rusak, aktivitas masyarakat terganggu, hingga dinding rumah mulai retak.

Warga yang bermukim di sepanjang ruas Jalan Badak menyoroti maraknya kendaraan angkutan barang kategori Over Dimension Over Load (ODOL), khususnya truk pengangkut hasil tambang batubara menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di kawasan tersebut.

Menurut mereka, kendaraan dengan muatan berlebih yang melintas hampir setiap hari telah memberi dampak nyata terhadap kondisi jalan. Beban yang melampaui kapasitas dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur, mulai dari retakan, lubang, hingga penurunan kualitas badan jalan yang mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Iya, kalau tidak salah jalan ini kelas III C, tapi dilalui kendaraan-kendaraan ODOL yang rutin setiap hari. Makanya jalan sering rusak,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (24/4/2026).

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena Jalan Badak berada di kawasan padat penduduk dengan lalu lintas kendaraan masyarakat yang cukup tinggi. Saat truk-truk batubara melintas, terutama di jalur menanjak, pengendara lain yang berada di belakangnya kerap merasa waswas karena potensi kecelakaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada infrastruktur jalan. Getaran kuat dari kendaraan berat bermuatan berlebih juga disebut memengaruhi bangunan rumah warga yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga:  GMNI Riau Dukung Program Polda, Dorong Green Policing Hingga Penguatan Kamtibmas

Seorang tokoh pemuda setempat berinisial AG mengaku rumahnya mengalami keretakan pada bagian dinding hingga fondasi. Ia menilai kerusakan itu terjadi akibat getaran berulang dari truk-truk besar yang terus melintas setiap hari.

“Rumah saya retak-retak, tapi saya mau mengadu ke mana,” ucap AG sambil menunjukkan kondisi rumahnya yang mengalami kerusakan.

Ironisnya, Pemerintah Kota Pekanbaru sebenarnya telah memberlakukan larangan bagi kendaraan ODOL melintas di wilayah perkotaan sejak 1 Agustus 2025. Kebijakan itu dibuat untuk menjaga ketahanan jalan serta melindungi keselamatan masyarakat.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan pelanggaran masih terus terjadi, termasuk di Jalan Badak. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan aturan terhadap kendaraan yang melanggar batas dimensi dan muatan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, S.STP., M.Si., saat dimintai keterangan melalui panggilan maupun pesan WhatsApp di nomor 0821-7397-44XX, belum memberikan klarifikasi resmi terkait kapasitas kelas Jalan Badak maupun langkah pengawasan terhadap kendaraan ODOL tersebut hingga berita ini diterbitkan.

Persoalan ini menjadi bukti bahwa pelanggaran lalu lintas tidak hanya merusak infrastruktur publik, tetapi juga mengancam kenyamanan dan rasa aman warga. Ketika jalan hancur dan rumah mulai retak, yang dipertaruhkan bukan hanya bangunan, melainkan kualitas hidup masyarakat yang setiap hari harus menghadapi dampaknya.**

Penulis : Indra

Editor : Wapimred

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara: JPU KPK Masih Pikir-Pikir
Jelang Putusan Abdul Wahid, Masyarakat Riau Gelar Doa Bersama
PENGHULU ADAT MELAYU DT. SINARO: HARGAI KEDUDUKAN PENGHULU ADAT SEBAGAI PUCUK ADAT NAGARI
Kapolda Riau Tanam Kembali Hutan Mangrove Yang Dirusak di Rohil
Rapatkan Barisan: Rapat Perdana Pasca Pemecatan Sekda DPD Riau
Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi RIAU Mengeluarkan SK PTDH Terhadap Sekda, Dansatgas Dan Seretaris Satgas Atas Pelanggaran ADRT
Sekolah Dasar Negeri 27 Pekanbaru Peringati HAN Ke-42: Komitmen Lindungi Anak Bangun Masa Depan
Kijang Kapsul Dan Pompa BBM Ludes Terbakar Di Hangtuah Ujung Pekanbaru, Polisi Gelar Olah TKP
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:47 WIB

Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara: JPU KPK Masih Pikir-Pikir

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:29 WIB

Jelang Putusan Abdul Wahid, Masyarakat Riau Gelar Doa Bersama

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

PENGHULU ADAT MELAYU DT. SINARO: HARGAI KEDUDUKAN PENGHULU ADAT SEBAGAI PUCUK ADAT NAGARI

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:45 WIB

Kapolda Riau Tanam Kembali Hutan Mangrove Yang Dirusak di Rohil

Senin, 27 Juli 2026 - 00:44 WIB

Rapatkan Barisan: Rapat Perdana Pasca Pemecatan Sekda DPD Riau

Berita Terbaru