Perusahaan Pabrik Kelapa CV. Tani Kelapa Jaya di Nias Utara Diduga Menampung Penjualan Kayu Secara Ilegal Dari Masyarakat Sekitar

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIAS UTARA | CYBERXPOST.com — Penampungan Penjualan Kayu secara Ilegal untuk mengoperasikan Pabrik Kelapa CV Tani Kelapa Jaya di desa Siheneasi Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara Membuat masyarakat berlomba-lomba menebang hutan sembarangan untuk di jual ke pabrik kelapa tersebut.

Kejadian ini bisa merusak dan memicu bencana banjir, kekeringan, serta kerusakan ekosistem. Yang diungkapkan Seorang Tokoh masyarakat di Nias Utara yang berinisial NP ACEH.

Beliau menambahkan Penebangan kayu sembarangan atau liar khususnya di daerah pesisir bisa memicu bencana alam serius seperti banjir bandang, tanah longsor, dan kekeringan akibat rusaknya fungsi hutan sebagai penyerap air. Selain itu, aktivitas ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, erosi tanah, Tegasnya.

Tem awak media saat melakukan fungsi kontrol sosialnya, masyarakat sekitar mengatakan bahwa Pabrik Kelapa CV. Tani Kelapa Jaya di duga membuang limbah sembarangan. Setiap hari menimbulkan aroma tak sedap, seperti bauk busuk yang diduga berasal dari limbah yang di buang langsung kesungai Lafau dan mengalir ke laut,.

Sehingga belakangan ini, Nelayan tradisional mengeluh tidak bisa menangkap ikan di sekitar itu. Diduga Akibat Tercemarnya Lingkungan Ekosistem dan biota laut,” Ujar masyarakat sekitar pabrik kelapa pabrik CV TKJ.

Untuk mencegah secara dini diminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengawasi perusahaan tersebut kedepan agar terhindar dari bencana alam.

Baca Juga:  Disnakertrans Riau Siapkan Lokasi Transmigrasi di Bengkalis dan Inhil. 

Tim media telah melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan tersebut bagian Kordinator namun tanggapan direspon tidak sesuai yang diharapkan/tidak proporsional/tidak profesional.

Sebagai mana peraturan per-Undang undangngan Pembuangan limbah kelapa (ampas/cair) ke sungai adalah tindakan pidana jika mencemari lingkungan, merusak ekosistem, atau melampaui baku mutu air. Pelaku dapat dijerat UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman penjara minimal 3 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.

Demikian UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) melarang pembuangan limbah ke media lingkungan hidup tanpa izin.

Berdasarkan Pasal 98 UU No. 32 Tahun 2009, tindakan yang menyebabkan dilampauinya baku mutu air dapat dipidana penjara dan denda. Perda di berbagai daerah juga mengancam pembuang sampah ke sungai dengan denda puluhan juta rupiah atau kurungan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, setiap orang dilarang membeli, menerima, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang diketahui atau patut diduga berasal dari pembalakan liar.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang dan juga Pengelola Perusahaan tersebut.***

Penulis : Tim Redaksi/Dz

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Togel Diduga Marak di Labuhanbatu, APH Diminta Segera Tindaklanjuti Informasi Masyarakat
Walikota Agung Nugroho Meraih Penghargaan KompasTV Kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Gagalkan Peredaran Sabu di Bilah Hilir, Satu Tersangka Diamankan
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Gagalkan Dugaan Peredaran Narkoba, Wanita Diamankan Bersama Sabu dan Pil Ekstasi
Polsek Na IX-X Salurkan Bantuan Jumat Berkah kepada Janda Lansia yang Tinggal Seorang Diri
Lindungi Kesehatan Peserta Didik, Pemko Pekanbaru Perpanjang Sekolah Daring
Disdikpora Turun Ke SDN 017 Kualu, Datuk Saprizal: Jangan Sampai Lama Murid Mogok
SINERGITAS PT. EMP ENERGI RIAU, DIT INTELKAM POLDA RIAU, DAN TOKOH MASYARAKAT PERKUAT KAMTIBMAS DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:07 WIB

Togel Diduga Marak di Labuhanbatu, APH Diminta Segera Tindaklanjuti Informasi Masyarakat

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Walikota Agung Nugroho Meraih Penghargaan KompasTV Kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 09:12 WIB

Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Gagalkan Peredaran Sabu di Bilah Hilir, Satu Tersangka Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WIB

Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Gagalkan Dugaan Peredaran Narkoba, Wanita Diamankan Bersama Sabu dan Pil Ekstasi

Jumat, 11 September 2026 - 20:46 WIB

Polsek Na IX-X Salurkan Bantuan Jumat Berkah kepada Janda Lansia yang Tinggal Seorang Diri

Berita Terbaru