Jawa Tengah | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Rasa cemas dan trauma masih membekas di hati para orang tua siswa di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Harapan akan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa manfaat, justru berubah menjadi ketakutan setelah anak-anak mereka jatuh sakit hingga harus dirawat di fasilitas medis, bahkan rumah sakit.
Salah satu orang tua, Ruslan, menyuarakan kegelisahannya dengan tegas. Ia meminta agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber masalah segera ditutup permanen.
Menurutnya, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa ada yang tidak beres dalam pengelolaan makanan. Alih-alih menyehatkan, justru membahayakan keselamatan anak-anak.
“Lebih baik dapur ini ditutup saja. Ganti dengan yang benar-benar bersih, aman, dan terjamin kualitasnya. Kalau kejadian seperti ini terulang, siapa yang mau tanggung jawab? Siapa yang bisa menjamin keselamatan anak-anak kami?” ujarnya penuh kekhawatiran.
Bagi Ruslan, keselamatan anak adalah prioritas utama. Program sebaik apa pun, jika justru mengancam kesehatan, maka harus dievaluasi secara serius.
Pendapat lebih keras datang dari orang tua lainnya, Manu. Ia bahkan menilai program MBG sebaiknya dihentikan total. Pengalaman pahit yang dialaminya membuat ia kehilangan kepercayaan. Anaknya sempat mengalami kondisi serius hingga harus dirujuk dan dirawat intensif di Rumah Sakit Pratama setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Menurut saya, lebih baik program ini dihentikan saja. Faktanya sekarang, anak-anak kami justru jadi korban. Kalau terus seperti ini, nyawa mereka yang dipertaruhkan,” tegasnya.
Suara para orang tua ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat sedang berada di titik kritis. Program yang digadang-gadang sebagai investasi masa depan kini justru menimbulkan kekhawatiran besar.
Mereka berharap Badan Gizi Nasional segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan mengambil langkah tegas demi menjamin keamanan serta masa depan anak-anak Indonesia. #BGN #MBG #SPPG #prabowo #racun #makanan
Penulis : EDY
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Dapur MBG















