Menyorot Kasus MBG: Nyawa Anak Jadi Taruhan, Orang Tua Desak Penutupan Permanen Dapur SPPG

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Tengah | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ Rasa cemas dan trauma masih membekas di hati para orang tua siswa di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Harapan akan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa manfaat, justru berubah menjadi ketakutan setelah anak-anak mereka jatuh sakit hingga harus dirawat di fasilitas medis, bahkan rumah sakit.

Salah satu orang tua, Ruslan, menyuarakan kegelisahannya dengan tegas. Ia meminta agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber masalah segera ditutup permanen.

Menurutnya, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa ada yang tidak beres dalam pengelolaan makanan. Alih-alih menyehatkan, justru membahayakan keselamatan anak-anak.

“Lebih baik dapur ini ditutup saja. Ganti dengan yang benar-benar bersih, aman, dan terjamin kualitasnya. Kalau kejadian seperti ini terulang, siapa yang mau tanggung jawab? Siapa yang bisa menjamin keselamatan anak-anak kami?” ujarnya penuh kekhawatiran.

Bagi Ruslan, keselamatan anak adalah prioritas utama. Program sebaik apa pun, jika justru mengancam kesehatan, maka harus dievaluasi secara serius.

Baca Juga:  Hilang Bak Ditelan Bumi, 12 Unit Kipas Angin Diduga Fiktif di Labuhanbatu, Camat dan Bendahara libatkan Bappeda

Pendapat lebih keras datang dari orang tua lainnya, Manu. Ia bahkan menilai program MBG sebaiknya dihentikan total. Pengalaman pahit yang dialaminya membuat ia kehilangan kepercayaan. Anaknya sempat mengalami kondisi serius hingga harus dirujuk dan dirawat intensif di Rumah Sakit Pratama setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

“Menurut saya, lebih baik program ini dihentikan saja. Faktanya sekarang, anak-anak kami justru jadi korban. Kalau terus seperti ini, nyawa mereka yang dipertaruhkan,” tegasnya.

Suara para orang tua ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat sedang berada di titik kritis. Program yang digadang-gadang sebagai investasi masa depan kini justru menimbulkan kekhawatiran besar.

Mereka berharap Badan Gizi Nasional segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan mengambil langkah tegas demi menjamin keamanan serta masa depan anak-anak Indonesia. #BGN #MBG #SPPG #prabowo #racun #makanan

Penulis : EDY

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dapur MBG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT. Musim Mas Kolaborasi Bersama Polres Pelalawan Perkuat Green Policing
Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau
Pengelola Pasar Kodim Senapelan Mewajibkan Pembayaran Ulang Pembangunan Lapak, Pedagang Menjadi Resah
Ketua DPC AKPERSI Labuhanbatu Raya Angkat Bicara Terkait Pemberitaan Kipas Angin 12 Unit Diduga Fiktif Di Kec. Bilah Barat
Muratara Raih Prestasi Nasional, Bupati Devi Suhartoni Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi
Dewan Pers Serahkan Masukkan RUU Hak Cipta, Tekankan Perlindungan Karya Jurnalistik
Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau
Mitra SPPG Pasar Lahewa Yayasan Cahaya Semesta Bersama Sudah Mendatangkan Biogar/Ipal Untuk Pengelolaan Air Limbah dan Tim Ahli Dari Jawa Timur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:39 WIB

PT. Musim Mas Kolaborasi Bersama Polres Pelalawan Perkuat Green Policing

Senin, 27 April 2026 - 15:43 WIB

Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau

Senin, 27 April 2026 - 07:33 WIB

Menyorot Kasus MBG: Nyawa Anak Jadi Taruhan, Orang Tua Desak Penutupan Permanen Dapur SPPG

Minggu, 26 April 2026 - 22:57 WIB

Pengelola Pasar Kodim Senapelan Mewajibkan Pembayaran Ulang Pembangunan Lapak, Pedagang Menjadi Resah

Minggu, 26 April 2026 - 21:51 WIB

Ketua DPC AKPERSI Labuhanbatu Raya Angkat Bicara Terkait Pemberitaan Kipas Angin 12 Unit Diduga Fiktif Di Kec. Bilah Barat

Berita Terbaru