Dugaan Bandar Togel Terbantahkan! Pemdes Kedawong Wetan dan Saksi Bela Nama Baik Ustadz Agus Sugiono

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, Cyberxpost.com – Dugaan keterlibatan Haji Agus Sugiono Bin Saleh sebagai bandar togel akhirnya mendapat bantahan tegas. Pemerintah Desa Kedawong Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, secara resmi menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak pernah terbukti.

 

Klarifikasi itu tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Kepala Desa Kedawong Wetan Suro Joyo Mulyo dan disampaikan oleh Sekretaris Desa Boedi, yang kemudian diteruskan kepada Polres Pasuruan Kota pada Senin (16/3/2026). Surat tersebut dibuat sebagai langkah meluruskan informasi yang sempat beredar luas di tengah masyarakat.

 

Empat Dekade Tinggal di Desa, Dikenal Sebagai Ustadz Dalam keterangan resmi pemerintah desa disebutkan bahwa sebelum menetap di Karang Sentul, Kecamatan Gondang Wetan, Agus Sugiono telah tinggal di Dusun Buntalan, Desa Kedawong Wetan selama hampir empat dekade.

 

Selama tinggal di wilayah tersebut, ia dikenal masyarakat sebagai sosok ustadz yang aktif memberikan pengajian dan ceramah keagamaan serta membina kehidupan spiritual warga.

 

“Sepanjang tinggal di wilayah Desa Kedawong Wetan, tidak ada satu pun catatan atau laporan yang menunjukkan beliau pernah terlibat dalam aktivitas perjudian, baik sebagai bandar maupun pengecer togel,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah desa.

 

Saksi Tegaskan Uang dan HP Bukan Hasil Judi Bantahan tersebut juga diperkuat oleh keterangan seorang warga Karang Sentul, Kecamatan Gondang Wetan, bernama Baser, yang membuat surat pernyataan resmi pada Senin (2/3/2026).

 

Dalam pernyataannya, Baser menegaskan bahwa Agus Sugiono tidak pernah menjadi bandar maupun pengecer togel di wilayah manapun.

Baca Juga:  Bupati Labusel Hadiri Pesta Pembangunan Aula Gereja HKBP Cikampak: “Bukan Sekadar Bangunan, Ini Simbol Harapan dan Persatuan”

 

Ia juga menjelaskan bahwa uang sebesar Rp100 ribu dan sebuah ponsel Oppo yang sempat diamankan saat peristiwa penangkapan pada 10 Februari 2026 merupakan miliknya pribadi.

 

Menurut Baser, uang dan ponsel tersebut digunakan untuk keperluan membeli kelapa di pasar lokal, bukan berasal dari aktivitas perjudian.

 

Warga Datangi Balai Desa Peristiwa lain yang menguatkan klarifikasi ini terjadi pada 14 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Baser bersama sejumlah warga Karang Sentul mendatangi Balai Desa Karang Sentul untuk menyampaikan langsung keterangan kepada Sekretaris Desa Herman.

 

Setelah menerima informasi tersebut, Herman kemudian menghubungi Ilmiatun Nafia, anak kandung Agus Sugiono, untuk menyampaikan bahwa ayahnya tidak memiliki keterkaitan dengan praktik perjudian.

 

Langkah itu dilakukan untuk memberikan ketenangan kepada keluarga sekaligus memastikan fakta yang sebenarnya diketahui oleh masyarakat.

Polisi Akan Lakukan Verifikasi Sementara itu, pihak Polres Pasuruan Kota menyatakan akan menindaklanjuti surat klarifikasi dari Pemerintah Desa Kedawong Wetan tersebut.

 

Kepolisian memastikan akan melakukan proses verifikasi secara menyeluruh guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

 

Dengan adanya klarifikasi dari pemerintah desa, keterangan saksi, serta dukungan masyarakat dan keluarga, diharapkan persoalan ini dapat segera menemukan titik terang sehingga nama baik Ustadz Agus Sugiono dapat kembali terjaga. (Tim)

 

Sumber : Nur hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Riau Dukung Program Polda, Dorong Green Policing Hingga Penguatan Kamtibmas
Lapor Pak Kapolri! Tindak Tegas, Proses Hukum Mafia Pelangsir dan Penimbunan Minyak BBM Bersubsidi Ilegal Yang Kebal Hukum di Kecamatan Pinggir Bengkalis
Operasi PETI Polda Riau: 29 Kasus Terbongkar, 1.167 Rakit Tambang Ilegal Di Musnahkan
Semarakkan HBP ke-62, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat
Bitcoin Menguat Mendekati US$79.500, INDODAX: Momentum Positif di Tengah Dinamika Geopolitik
Sidang Gubri Nonaktif Abdul Wahid Di Hadiri Ketua MPW PP Riau Anto Rachman Beserta Ratusan Kader PP
Dugaan Korupsi Fiktif Di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, Saksi Ahli Sebut Terdakwa Rintangi Penyelidikan
Didampingi Ratusan Kader PP, Arsadianto Rachman Saksikan Sidang Abdul Wahid, Musliadi: Ini Tambahan Energi Positif
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 11:26 WIB

GMNI Riau Dukung Program Polda, Dorong Green Policing Hingga Penguatan Kamtibmas

Kamis, 23 April 2026 - 23:32 WIB

Lapor Pak Kapolri! Tindak Tegas, Proses Hukum Mafia Pelangsir dan Penimbunan Minyak BBM Bersubsidi Ilegal Yang Kebal Hukum di Kecamatan Pinggir Bengkalis

Kamis, 23 April 2026 - 20:59 WIB

Operasi PETI Polda Riau: 29 Kasus Terbongkar, 1.167 Rakit Tambang Ilegal Di Musnahkan

Kamis, 23 April 2026 - 16:10 WIB

Semarakkan HBP ke-62, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat

Kamis, 23 April 2026 - 14:00 WIB

Bitcoin Menguat Mendekati US$79.500, INDODAX: Momentum Positif di Tengah Dinamika Geopolitik

Berita Terbaru