Kapolres Pelalawan Bersama Pemkab Pelalawan Gelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla

- Penulis

Rabu, 23 April 2025 - 05:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Pelalawan, Cyberxpost.com – Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri, SIK, bersama Bupati Pelalawan, H. Zukri Misran, SE, menggelar rapat koordinasi bersama lintas sektoral.

Selasa(22/4/2025) di Auditorium Lantai III kantor Bupati Pelalawan.Rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kerja sama antara Polres Pelalawan, Pemkab Pelalawan, dan instansi terkait lainnya dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kabupaten Pelalawan tahun 2025.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bupati Pelalawan H. Zukri,didampingi oleh Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri, S.I.K., Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Syafrizal,S.E., Kepala Pengadilan Agama Kab. Pelalawan Ali Muhtoram, S.H.I., M.HI., Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan diwakili Kasi Pidum Syahrul Sya’ban, S.H., M.H., dan Dandim 0313/KPR diwakili oleh Danramil 09 Langgam Kapten ARH. Aswin Sembiring.

Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK dalam penyampaianya, melalui rapat koordinasi ini,agar dapat menyatukan langkah dan strategi untuk mencegah terjadinya Karhutla, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Kemudian terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla ini harus dilakukan sebagai bentuk koordinasi. Ini dilakukan dalam rangka meminimalisir terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Pelalawan.

Dijelaskan Kapolres bahwa didalam tahun 2025 ini sudah lebih kirang 21 Hektar lahan terbakar di Kabupaten Pelalawan.Sedangkan Karhutla yang cukup luas dan viral terjadi di Wilayah TNTN, Polres Pelalawan sudah menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan dilapangan.

“Karhutla yang cukup viral dan menarik perhatian masyarakat beberapa waktu lalu, terjadi di wilayah hutan lindung kawasan hutan TNTN Kabupaten Pelalawan.Saya sudah menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan di lapangan.Kita harus bersama-sama untuk menjaga dan saling berkoordinasi serta kerja sama dalam mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Pelalawan,”jelas Kapolres AKBP Afrizal Asri SIK.

Baca Juga:  Lapor Pak Kapolri! Tindak Tegas, Proses Hukum Mafia Pelangsir dan Penimbunan Minyak BBM Bersubsidi Ilegal Yang Kebal Hukum di Kecamatan Pinggir Bengkalis

Selain itu pihak Kepolisian terus melakukan pemantauan perkembangan hotspot melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK).Jadi diharapkan seluruh unsur dan stake holder dapat membantu dan bekerja sama, bahkan saling berkoordinasi memantau serta melaporkan, apabila ditemukan Hotspot di wilayah Kabupaten Pelalawan.

“Dalam waktu dekat, saya kira perlu dilakukan apel kesiap -siagaan dalam rangka pengecekan kesiapan sarana dan prasarana penanganan Karhutla, sebagai antisipasi,”sebut Kapolres.

Sementara itu Bupati Pelalawan H. Zukri,dalam rapat koordinasi mengatakan, pencegahan dan penanggulangan terjadinya Karhutla ini bukanlah merupakan kepentingan pribadi. Ini melainkan sebuah kepentingan bersama, maka dari itu diharapkan kerja sama oleh setiap pihak.

“Kami tentu mengharapkan upaya deteksi dini yang dilakukan oleh Kepolisian guna meminimalisir terjadinya karhutla dapat kita cermati dan kita bantu bersama-sama.

Selain itu juga agar Kalaksa BPBD, Pihak perusahaan dan Camat dapat melakukan pemetaan terhadap hotspot rawan di sekitarnya, dan perusahaan yang ada di Kabupaten Pelalawan diharuskan ikut kontribusi dalam penanganan karhutla ini,”tegas Bupati.

Ditambahkan Bupati Zukri permasalahan Karhutla di TNTN itu merupakan tanggung jawab bersama. Akan tetapi perlu ditegaskan juga,agar Kepala Balai TNTN untuk dapat lebih aktif dalam melakukan upaya dan tindakan yang harus dilakukan. Dalam hal ini, seharusnya Kepala Balai TNTN yang memegang penuh kendali atas wilayah TNTN.

“Seharusnya Balai TNTN sudah dapat menemukan solusi pencegahan karhutla di wilayah TNTN, karena hutan di wilayah TNTN hingga saat ini mengalami penurunan dan itu menjadi catatan yang buruk pengawasan kawasan hutan TNTN.Tegas Bupati.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Desa Marao Desak Transparansi Dana Desa 2026, Minta Program 2025 Yang Belum Jelas Dipertanggung Jawabkan
Afolo Gulo, S.H., CPP Soroti Proses Hukum Kasus Kematian Jance Zebua, Desak Pengungkapan Secara Transparan dan Tuntas
Kasus Pembunuhan Tragis Terhadap Agnis Jance Zebua Semakin Memanas!! 
Wabup Labuhanbatu Saksikan Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru
Bupati Labuhanbatu Sambut Kepulangan 217 Jama’ah Haji Kloter 13 Di Asrama Haji Medan
Dana Desa 2026 Harus Transparan dan Tepat Sasaran, Masyarakat Marao Diminta Awasi Perencanaan dan Pelaksanaannya
Masyarakat Desa Marao Minta Program Dana Desa Tahun 2025 Diselesaikan, Jangan Dibebankan ke Anggaran 2026
INDODAX Nilai Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:28 WIB

Masyarakat Desa Marao Desak Transparansi Dana Desa 2026, Minta Program 2025 Yang Belum Jelas Dipertanggung Jawabkan

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:53 WIB

Afolo Gulo, S.H., CPP Soroti Proses Hukum Kasus Kematian Jance Zebua, Desak Pengungkapan Secara Transparan dan Tuntas

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:56 WIB

Kasus Pembunuhan Tragis Terhadap Agnis Jance Zebua Semakin Memanas!! 

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:18 WIB

Wabup Labuhanbatu Saksikan Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:49 WIB

Dana Desa 2026 Harus Transparan dan Tepat Sasaran, Masyarakat Marao Diminta Awasi Perencanaan dan Pelaksanaannya

Berita Terbaru