PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) Klarifikasi Terkait Isu 2 Tanker Sudah Lewati Selat Hormuz

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Cyberxpost.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) menegaskan dua kapal tanker perseroan yang terjebak di Selat Hormuz belum dapat melewati perairan tersebut. Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyatakan kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab. Dengan begitu, informasi yang menyatakan dua tanker tersebut telah melewati Selat Hormuz merupakan hoaks. Rabu, (11/03/2026).

 

“Dua kapal Pertamina International Shipping yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab, kondisi kapal dan kru dalam keadaan aman dan selamat,” kata Vega dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

 

Vega menjelaskan kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga atau third party. Sementara itu, Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah atau light crude oil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

 

 

Vega mengungapkan perseroan terus melakukan pemantauan intensif secara real-time terhadap seluruh posisi armada dan kru. Selain itu, perseroan juga terus berkoordinasi dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa.

 

“Berkoordinasi dengan pemerintah, Pertamina Group menerapkan metode Regular, Alternative and Emergency dalam menentukan metode rantai pasok yang paling efektif dan aman untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan memastikan distribusi berjalan lancar,” ungkap Vega.

 

Vega menambahkan bahwa saat ini seluruh rantai pasok dan distribusi energi tetap dalam kondisi terjaga, baik di perairan internasional maupun dalam negeri.

 

Dia menambahkan saat ini setidaknya terdapat 345 armada kapal di bawah pengelolaan Pertamina Group.

 

Sebelumnya, beredar video yang menarasikan dua tanker milik Pertamina tersebut sudah berhasil melewati Selat Hormuz. Akan tetapi, video tersebut merupakan hasil buatan kecerdasan buatan atau AI.

 

Sekadar informasi, PT Pertamina (Persero) mengungkapkan terus memantau perkembangan dinamika di jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz, guna terus memastikan dua kapal tanker perseroan dalam kondisi aman.

Baca Juga:  Lapas Narkotika Rumbai Bersinergi Dengan Pihak Bareskrim Polri Dalam Pengungkapan Kasus Peredaran Narkotika

 

Sekretaris Perusahaan Pertamina Arya Dwi Paramita mengungkapkan perseroan turut berkoordinasi secara intensif dengan kementerian dan lembaga terkait, utamanya dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

 

“Iya, jadi kami terus monitor perkembangan dari Selat Hormuz dan juga tentunya kami mengedepankan koordinasi dengan teman-teman dari kementerian dan lembaga terkait,” kata Arya kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Senin (09/03/2026) malam.

 

Arya berharap dua tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut dapat segera melintasi Selat Hormuz sehingga dapat mengantar komoditas migas yang diangkut ke Indonesia.

 

“Tentunya kami juga mohon doanya dari semua masyarakat dan juga teman-teman agar tim kita yang berada di sana bisa segera kembali dan tentunya ini harapan keselamatan dari aset dan juga pekerja kita di sana terus kami monitor dan kami upayakan yang terbaik untuk mereka,” ucap Arya.

 

 

Belum diketahui berapa kapasitas tanker minyak PIS yang terjebak di Selat Hormuz.

 

Namun, berdasarkan data pelacakan Kpler, saat ini setidaknya terdapat 40 kapal tanker minyak berkapasitas sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) alias supertanker, yang masing-masing mengangkut sekitar 2 juta barel minyak dan sedang menunggu di Teluk Persia.

 

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia. Sebagai jalur esensial bagi perdagangan energi global, selat ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

 

Sejak perang pecah, kapal-kapal tanker menghindari titik nadi ini karena risiko yang terus meningkat, termasuk ancaman Teheran terhadap kapal-kapal yang melintas.

 

Puluhan kapal tanker minyak bermuatan penuh berlabuh di Teluk Persia setelah serangan di dekat Selat Hormuz hampir menutup jalur air tersebut, mengganggu logistik regional, memperlambat ekspor, dan mengancam produksi jangka pendek.

 

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puncak GROW 2026 di Kuansing, SKK Migas dan KKKS Wilayah Riau Sukses Tuntaskan Gerakan Hijau di 12 Kabupaten/Kota se-Riau
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis Untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge Bagi Member
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Dana Desa Tahun 2025 di Desa Marao
Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi
Mahasiswa Labuhanbatu di Aceh Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah
Kinerja Jajaran Beacukai Kota Pekanbaru Di Pertanyakan, Rokok Ilegal Masih Beredar Bebas
Masyarakat Pertanyakan Pengawasan BPD dan Pengelolaan Dana Desa
Diduga Terjadinya Merangkap Jabatan Ketua BPD Desa Marao Jadi Sorotan Masyarakat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:20 WIB

Puncak GROW 2026 di Kuansing, SKK Migas dan KKKS Wilayah Riau Sukses Tuntaskan Gerakan Hijau di 12 Kabupaten/Kota se-Riau

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:08 WIB

IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis Untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge Bagi Member

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:24 WIB

Masyarakat Pertanyakan Realisasi Dana Desa Tahun 2025 di Desa Marao

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WIB

Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:31 WIB

Mahasiswa Labuhanbatu di Aceh Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Berita Terbaru