Wakapolda Riau Menyulam Jembatan Pendidikan, Harapan Anak Semulut Bangkit

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks foto; Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, SIK, MH (tengah), bersama unsur TNI-Polri dan warga saat meninjau jembatan akses SDN 18 Semulut, Kepulauan Meranti, Minggu (18/1/2026).

i

Teks foto; Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, SIK, MH (tengah), bersama unsur TNI-Polri dan warga saat meninjau jembatan akses SDN 18 Semulut, Kepulauan Meranti, Minggu (18/1/2026).

Meranti, CyberXpost.com – Langkah menuju sekolah bagi anak-anak Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kepulauan Meranti, selama ini lebih menyerupai perjalanan mempertaruhkan keselamatan daripada rutinitas menuntut ilmu.

Setiap pagi, mereka meniti jembatan rusak yang rapuh sebuah jalur sempit yang memisahkan mimpi pendidikan dengan kenyataan pahit keterbatasan akses menuju SDN 18 Semulut.

Realitas tersebut akhirnya menyentuh perhatian negara pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Harapan yang lama terpendam mulai menyala ketika rombongan Polda Riau, dipimpin langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, SIK, MH, tiba di dusun terpencil itu. Menembus medan berlumpur dan terik pesisir, kunjungan tersebut membawa pesan tegas: keterisolasian tidak boleh terus menjadi takdir.

Kehadiran Wakapolda Riau jauh dari kesan seremonial. Bersama tim teknis, Brigjen Pol Hengki meninjau langsung kondisi jembatan yang selama ini menjadi urat nadi pendidikan dan aktivitas warga. Struktur yang lapuk dan nyaris tak berfungsi menjadi potret nyata betapa akses dasar telah lama terabaikan, sekaligus memperlihatkan urgensi penanganan segera.

Kapolsek Tebing Tinggi, AKP JA. Lubis, mengungkapkan dampak kerusakan jembatan yang begitu luas. Tak hanya menghambat proses belajar-mengajar, kondisi tersebut juga melumpuhkan mobilitas ekonomi masyarakat. “Warga terpaksa mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Secara geografis, Dusun Semulut memang berada dalam lingkar keterbatasan. Ketiadaan infrastruktur memadai menjadikan jalur darat maupun perairan sama-sama berisiko. Situasi ini menempatkan pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak demi keselamatan dan masa depan generasi muda.

Baca Juga:  Wakil Bupati Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bahas Sejumlah Ranperda

“Polri hadir untuk memastikan sinergi lintas sektor berjalan secara nyata. Ini bukan hanya tentang membangun jembatan, tetapi bagian dari Program Jembatan Merah Putih Presisi guna menghadirkan pemerataan pembangunan hingga wilayah paling terpencil,” tegas Brigjen Pol Hengki di sela peninjauan.

Komitmen tersebut diperkuat dengan kehadiran jajaran strategis Polda Riau, antara lain Karo Ops Kombes Pol Dr. Ino Harianto dan Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa. Kehadiran para perwira tinggi ini menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di pelosok memiliki kaitan langsung dengan stabilitas sosial dan kesejahteraan nasional.

Langkah konkret pun segera diambil melalui asesmen awal oleh tim teknis Polda Riau. Pemerintah daerah menyambut positif inisiatif tersebut, ditandai dengan kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai bentuk komitmen bersama mempercepat realisasi pembangunan.

Sekitar pukul 09.45 WIB, rombongan meninggalkan Dusun Semulut melalui Pelabuhan Semulut menuju Selatpanjang. Meski kunjungan berlangsung singkat, dampaknya terasa mendalam bagi warga sebuah penegasan bahwa negara benar-benar hadir di tengah keterbatasan.

Kini, rencana pembangunan jembatan SDN 18 Semulut menjelma simbol harapan baru. Bukan hanya untuk menyambung akses jalan yang terputus, tetapi juga untuk menyambung mimpi anak-anak desa yang selama ini tertahan oleh jarak dan risiko.

Warga Semulut pun menanti hari ketika bunyi langkah kaki di atas jembatan baru tak lagi diiringi kecemasan, melainkan keyakinan mantap menuju masa depan yang lebih aman, bermartabat, dan cerah.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungguh Miris, Diduga PT. TKWL Siak Jebak dan PHK Karyawannya Secara Sepihak: Abaikan Hak Normatif Pekerja
Diduga Oknum RW Ikut Serta Dalam Praktik Ilegal Penyalahgunaan Transaksi BBM Bersubsidi di SPBU 14.284.655 Simpang Pulai
Perusahaan Pabrik Kelapa CV. Tani Kelapa Jaya di Nias Utara Diduga Menampung Penjualan Kayu Secara Ilegal Dari Masyarakat Sekitar
Diduga Maraknya Nepotisme Praktik Ilang Transaksi BBM Bersubsidi: Tindak SPBU 14.284.655 Simpang Pulay Ukui Satu, Tangkap Mafia BBM Bersubsidi
Tindak SPBU 14.284.655 Simpang Pulay Ukui Satu, Tangkap Mafia BBM Bersubsidi: Diduga Maraknya Nepotisme Praktik Ilegal Transaksi BBM Bersubsidi
Laporan Dugaan Pengelapan Dihentikan Oleh Penyidik: Pelapor Minta Penjelasan Hukum Yang Resmi
Cabut Izin SPBU 14.284.655 Simpang Pulay, Tangkap Mafia BBM Bersubsidi: Diduga Maraknya Nepotisme Praktik Ilegal
Maraknya Praktik Ilegal Mafia BBM Bersubsidi di SPBU 14.284.655 Pulai: Pemerintah, BPH Migas, Pertamina, APH “BUNGKAM” Ada Apa???
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 17:50 WIB

Sungguh Miris, Diduga PT. TKWL Siak Jebak dan PHK Karyawannya Secara Sepihak: Abaikan Hak Normatif Pekerja

Senin, 30 Maret 2026 - 09:21 WIB

Diduga Oknum RW Ikut Serta Dalam Praktik Ilegal Penyalahgunaan Transaksi BBM Bersubsidi di SPBU 14.284.655 Simpang Pulai

Senin, 30 Maret 2026 - 08:13 WIB

Perusahaan Pabrik Kelapa CV. Tani Kelapa Jaya di Nias Utara Diduga Menampung Penjualan Kayu Secara Ilegal Dari Masyarakat Sekitar

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:22 WIB

Diduga Maraknya Nepotisme Praktik Ilang Transaksi BBM Bersubsidi: Tindak SPBU 14.284.655 Simpang Pulay Ukui Satu, Tangkap Mafia BBM Bersubsidi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:05 WIB

Tindak SPBU 14.284.655 Simpang Pulay Ukui Satu, Tangkap Mafia BBM Bersubsidi: Diduga Maraknya Nepotisme Praktik Ilegal Transaksi BBM Bersubsidi

Berita Terbaru