BBM Subsidi Langka Antrean Panjang Dari SPBU Pekanbaru Sampai SPBU Kansing, Antrian Mengakibatkan Kemacetan

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing | ᴄʏʙᴇʀxᴘᴏꜱᴛ.ᴄᴏᴍ – Antian kendaraan mau membeli BBM bersubsidi mulai dari kota Pekanbaru sampai Kuantan Singingi meluber sampai ke jalan yang mengakibatkan kemacetan, di mulai dari SPBU Kubang raya, SPBU Lubuk Zakat, SPBU Simalinyang, SPBU Lipat Kain, SPBU Koto Baru sampai kabupaten kota Taluk Kuantan,

Langkanya BBM jenis Pertalite dan solar membuat masyarakat berebutan untuk mendapatkan pengisian BBM terjadi di sejumlah SPBU, Sabtu (2/5/2026). Kondisi terparah terlihat di SPBU Sungai Jering, dengan antrean kendaraan roda empat dan truk mencapai hingga 1 kilometer.

Antrean bahkan lebih panjang dibandingkan sehari sebelumnya. Kendaraan dari arah Teluk Kuantan mengular hingga simpang SMAN Pintar, sementara truk dari arah Pekanbaru memadati jalur hingga depan Rumah Makan Sinar Kampar. Untuk roda dua, antrean sekitar 100 meter.

Warga terpaksa antre berjam-jam karena pertalite tidak lagi dijual eceran. “Tidak ada pilihan, harus antre. Sekarang kondisi makin parah,” ujar Yuli, warga Sungai Jering.

Situasi ini juga mulai mengganggu arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi kemacetan dan mencegah penyalahgunaan BBM subsidi, Polres Kuansing menempatkan personel di seluruh SPBU.

Baca Juga:  Mafia BBM Bersubsidi Bebas Bereaksi Melangsir di SPBU No 13.282.613; Dirut Pertamina Tak Berani Cabut Izin SPBU

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyebut, patroli dan pengaturan lalu lintas dilakukan setiap hari agar kondisi tetap terkendali.

Panjang antrean solar disebut dipicu pasokan di SPBU Sitorajo Kari yang tidak masuk selama enam hari terakhir, sehingga truk-truk beralih ke SPBU Sungai Jering.

Langkanya BBM jenis Pertalite di sepanjang perrjalanan menuju Teluk Kuantn membuat masyarkat harus beralih ke BBM jenis Pertamax Turbo karena Pertalite tidak ada yg jual ecen.

Kondisi terparah Langkanya BBM jenis Pertalite ini membuat harga BBM jenis Pertamax turbo jadi melangit seperti di Desa Petai harga Pertamak Turbo mencapai 30k/ liternya

Polisi mengimbau masyarakat tetap tertib antre dan menggunakan barcode MyPertamina sesuai nomor kendaraan serta para mafia BBM subsidi tolong jangan bermain ingat massyarakat sangat membutuhkan BBM yang bersubsidi, jangan sampai dengan permainan anda2 masyarakat jadi korban.***

Penulis : S'via

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cyberxpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puncak GROW 2026 di Kuansing, SKK Migas dan KKKS Wilayah Riau Sukses Tuntaskan Gerakan Hijau di 12 Kabupaten/Kota se-Riau
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis Untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge Bagi Member
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Dana Desa Tahun 2025 di Desa Marao
Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi
Mahasiswa Labuhanbatu di Aceh Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah
Kinerja Jajaran Beacukai Kota Pekanbaru Di Pertanyakan, Rokok Ilegal Masih Beredar Bebas
Masyarakat Pertanyakan Pengawasan BPD dan Pengelolaan Dana Desa
Diduga Terjadinya Merangkap Jabatan Ketua BPD Desa Marao Jadi Sorotan Masyarakat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:20 WIB

Puncak GROW 2026 di Kuansing, SKK Migas dan KKKS Wilayah Riau Sukses Tuntaskan Gerakan Hijau di 12 Kabupaten/Kota se-Riau

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:08 WIB

IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis Untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge Bagi Member

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:24 WIB

Masyarakat Pertanyakan Realisasi Dana Desa Tahun 2025 di Desa Marao

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WIB

Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:31 WIB

Mahasiswa Labuhanbatu di Aceh Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Berita Terbaru